DaerahKota SerangPendidikan
Trending

Mayoritas SD dan SMP di Kota Serang Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

SERANG, BANTEN RAYA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mengungkapkan, sekitar 74 persen sekolah baik SD dan SMP di Kota Serang sudah siap menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Hal itu sejalan dengan rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk kembali membuka sekolah tatap muka pada Juli mendatang. 

Demikian terungkap pada acara Kopi Pagi yang digelar oleh Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) kegiatan digelar di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudahaan (Dindikbud) Kota Serang, Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (19/3/2021). Turut hadir Sekretaris Dindikbud Kota Serang Sarnata.

Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto menyebutkan, ada 253 SD dan 79 SMP yang telah mengisi daftar periksa terkait kesiapan sekolah mengadakan KBM tahun ajaran 2021-2022.

“Tetapi yang dianggap memenuhi tingkat kesiapannya itu baru 74 persen. Kita masih punya PR (pekerjaan rumah-red) 26 persen lagi. Rata-rata SMP yang belum siap,” ujar Wasis.

Ia menjelaskan, angka tersebut diperoleh berdasarkan hasil daftar periksa tentang kesiapan sekolah yang dilakukan oleh Kemendikbud melalui sebuah aplikasi. Sekolah harus mengisi beberapa kesiapan dalam mendukung kesiapan menghadapi belajar tatap muka Juli mendatang.

Antara lain, penerapan protokol kesehatan seperti ketersediaan masker, menyediakan thermogun atau alat pendeteksi subuh badan. Kemudian menata tempat duduk siswa agar jaga jarak serta tersedianya tempat cuci tangan.

“Karena jangan sampai ada kelemahan-kelemahan yang kemarin (sekolah tatap muka tahun 2020-red), masih ada sekolah yang ternyata belum siap. Kita juga tidak akan mengizinkan sekolah-sekolah yang tidak siap,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Wasis, sekolah memberikan pernyataan tertulis kepada Dindikbud mengenai kesiapan belajar tatap muka. Termasuk kesiapan dari orang tua siswa, dan lainnya.

“Meski tatap muka bakal kembali dibuka, kalau orang tua siswa gak mau ya gak boleh dipaksa. Solusinya tetap harus dilayani, lewat BDR (belajar dari rumah-red),” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dindikbud Kota Serang Sarnata mengatakan, dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2021 diperbolehkan untuk pemenuhan fasilitas penanganan Covid-19. 

“Boleh. Dibebaskan apalagi di fokuskan untuk penanganan Covid-19. Seperti persyaratan tersedia alat cuci tangan, di ruang kelas tempat duduk diatur jaga jarak antar siswa. Kemudian, tersedia masker, dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala,” kata Sarnata. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp