DaerahEkonomi & BisnisKota SerangNasional
Trending

Melihat Kebun Durian Sayar di Kota Serang: Buka 24 Jam, Tengah Malam Pun Diladeni

SERANG, BANTEN RAYA – Tidak seperti kebun durian lain yang yang biasanya melayani pengunjung pada jam-jam tertentu, terutama pagi sampai sore hari, kebun durian milik keluarga Solihin buka 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Sehingga kapan pun pengunjung yang ingin datang dan mencicipi durian lokal asal Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, ini bisa langsung mendatangi tempat tersebut kapan pun.

Randi dan keluarganya stand by di kebun durian, baik untuk menunggu durian jatuh maupun menunggu pembeli. Terkadang ada pula pembeli yang datang pada malam hari.

Randi mengatakan, seperti kebiasaan orang tua dahulu, setiap pohon durian diberi nama sesuai dengan karakteristiknya. Durian yang dimiliki keluarganya setidaknya memiliki delapan nama, misalkan si baya, si ketan, si kerikil, si botol, si kadal abang, si wayut, si jablay, dan si bawuk.

Si baya, seperti namanya yang artinya buaya, maka durian jenis ini memiliki ukuran buah yang lonjong besar seperti buaya. Sementara si ketan memiliki karakteristik likat seperti ketan ketika daging buah durian ini dimakan. Adapun si bawuk memiliki tampilan kulit yang kusam atau bawuk.

Ada juga satu pohon duren buahnya lumayan besar dan sering jatuh tapi enggak manis makanya dinamai si jablay, kata Randi lalu tertawa.

Penamaan pohon durian di kalangan masyarakat Taktakan bisa dikatakan wajib. Sebab bila tidak, penduduk meyakini pohon tersebut akan mencelakai pemilik atau orang yang mengambil buahnya. Dengan diberi nama, maka pohon durian tidak akan menimpakan buahnya kepada orang yang ada di bawahnya.

Randi mengungkapkan saat ini jumlah durian sepertinya akan lebih sedikit dibandingkan dengan musim durian pada tahun sebelumnya. Bila pada tahun lalu 11 pohon durian bisa menghasilkan 100 hingga 200 butir durian saat ini satu pohon durian diperkirakan paling banyak hanya menghasilkan 50 butir buah durian.

Imam Munandar, salah seorang pengunjung asal Kota Serang yang membeli durian di Sayar, mengatakan, durian bawuk yang dimakannya terasa sangat manis meski ada juga sedikit rasa pahit. Namun demikian, durian jenis ini bertekstur lebih lembut dibandingkan dengan durian sebelumnya yang ia makan. Imam sendiri membeli tiga butir buah durian untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarganya.

Rute paling mudah untuk menjangkau kebun milik Solihin adalah dengan mengambil dute dari Perempatan Cikulur dan mengambil arah ke Batu Gede Sayar. Dari Batu Gede Sayar pengunjug harus meneruskan perjalanan dengan mengikuti jalan beraspal sampai menemukan tanjakan curam. Setelah tanjakan curam itu ada turunan lalu setelah melewati satu kampung ada jalan ke kiri yang masih berupa paving block, ke arah itulah kebun milik Solihin berada. Persisnya di belakang sekolah madrasah.

Pengunjung yang ingin datang menggunakan kendaraan roda empat bisa ke lokasi karena jalan paving block menuju kebun milik Solihin muat dilalui oleh kendaraan beroda empat. Bila khawatir dengan kemiringan jalan masuk tersebut, maka keluarga Solihin siap sedia membantu pengunjung untuk memarkirkan kendaraan di lokasi yang aman di depan madrasah. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp