DaerahEkonomi & BisnisKota SerangNasional
Trending

Menikmati Durian Sayar, Durian Lokal Kota Serang: Manis, Kering, Legit dan Tidak Bikin Mabuk

SERANG, BANTEN RAYA – Musim durian telah tiba. Saatnya berburu durian. Bagian yang suka durian lokal, ada rekomendasi durian di daerah Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Daerah Sayar sudah terkenal sebagai daerah penghasil durian di Kota Serang. Rasa duriannya manis dan legit meski dagingnya tidak terlalu tebal. Durian dari Sayar selain manis juga “kering” tidak becek. Beberapa durian selain terasa manis juga ada sedikit rasa pahit.

Salah satu kebun penghasil durian yaitu milik Solihin yang berada di Kampung Tanjung Cimeong, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Randi, salah satu anak Solihin, mengatakan, baru sekitar sebulan yang lalu durian yang dimiliki keluarganya berbuah. Awalnya hanya satu dua yang sudah dipetik namun saat ini sudah ada puluhan yang matang dan siap santap.

Randi mengatakan, perbedaan antara durian yang ada di kebunnya dan durian dari daerah lain adalah ia selalu memetik durian yang sudah matang. Karena itu rasa durian bisa dipastikan manis.

Di kebunnya, hanya ada dua jenis durian, yaitu yang dipetik karena sudah tua atau matang dan durian jatuhan. “Kalau di sini disortir durennya jadi yang mateng aja yang dipetik atau yang jatuhan,” kata Randi, Jumat (22/1).

Randi mengaku pernah ditawari oleh pengusaha yang akan menyuplai durian di kebunnya dengan durian dari daerah lain di luar Banten. Sehingga ia tidak perlu repot menunggu durian jatuh atau durian matang. Namun tawaran itu ia tolak. Ia mengaku tidak ingin mengecewakan pelanggan dengan menipu.

Karena itu ia mengusahakan agar durian yang dijualnya adalah asli durian lokal Sayar dari kebun milik ayahnya yang berada di tiga lokasi di daerah Syarar. Harga durian yang dijual keluarga Solihin bervariasi bergantung pada ukuran dan kematangan buah. Bila ukurannya sangat besar, maka satu butir bisa dihargai Rp100 ribu. Namun bila berukuran sedang bisa Rp50 ribu bahkan Rp100 ribu mendapat tiga butir. Kuncinya ada pada kelihaian pengunjung melakukan tawar-menawar.

Meski demikian, Randi mengatakan ia sanggup mengganti setiap durian yang ketika sampai ke tangan konsumen lalu ternyata busuk. Apalagi bila durian tersebut dibeli dengan harga tinggi. Sejauh ini baru satu konsumen yang komplain kepadanya. Sementara sisanya puas dengan durian yang dipilih.

Para pengunjung yang ingin menikmati durian Sayar bagi yang sudah kenal dengan Randi biasanya memesan melalui telepon atau via pesan WhatsApp. Lalu Randi akan mengirimkan langsung durian tersebut ke rumah konsumen. Namun bagi yang belum kenal maka bisa mengunjungi kebun milik keluarganya yang berada di sayar dan tidak jauh dari batu gede sayar.

Randi mengungkapkan pada musim durian saat ini hanya ada enam batang pohon durian yang menghasilkan buah. Padahal, keluarganya memiliki sekitar 20 batang durian lokal. Selain menanam buah durian lokal keluarga Randi juga menanam durian monthong asal Thailand. Namun sampai saat ini durian durian impor tersebut belum menghasilkan buah.

Perbedaan antara pohon durian lokal dan pohon durian monthong adalah durian lokal memiliki ketinggian lebih tinggi dibandingkan durian monthong. Untuk bisa menghasilkan buah, pohon durian lokal biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Sementara pohon durian monthong relatif lebih pendek dan waktu berbuahnya bisa lebih cepat sekitar lima tahun setelah menanam.

Namun, pesona buah durian lokal tetap masih moncer sampai sekarang. Meski ada durian impor atau durian dari daerah lain, durian asal Sayar masih menguarkan aroma harum di jagat perdurianan. (tohir)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp