DaerahHukum & KriminalKota Serang

Mucikari Ini Open BO di Hotel Kota Serang, Tarifnya Rp1,5 Juta

SERANG, BANTEN RAYA – Prostitusi online atau open booking order (BO) bertarif Rp1,5 juta di salah satu hotel di Kota Serang dibongkar Ditrektorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten. Hal itu terungkap dalam agenda pembacaan dakwaan terdakwa Rohimin selaku mucikari dalam persidangan di Pengadilan Negeri Serang pada Senin (11/1/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Banten Dirja mengatakan kasus prostitusi online yang terungkap pada 21 September 2020 itu, bermula dari pesan WhatsApp yang diterima oleh Rohimin dari seorang pelanggan.

“Sekira pukul 19.00 WIB, terdakwa menerima WhatsApp dari seorang pria yang tidak kenal isinya menanyakan, yang isinya. “Ada cewek yang bisa nemenin enggak?” dan dijawab terdakwa “iya ada”,” ujarnya kepada majelis hakim dalam sidang yang digelar secara tertutup.

Menurut Dirja, setelah membalas pesan pelanggan, Rohimin mengirimkan delapan foto perempuan pekerja seks komersial (PSK). Para perempuan tersebut direkrut oleh Rohimin untuk ditawarkan kepada pria hidung belang.

“Kemudian terdakwapun menawarkan dan mengirim poto cewek PSK sebanyak 8 orang yang memang sudah lebih dulu direkrut untuk dieksploitasi sebagai PSK kepada pria tersebut via WhatsApp,” ujarnya.

Dirja menambahkan setelah memilih salah satu perempuan yang ditawarkan, pria hidung belang tersebut diminta datang ke salah satu hotel di wilayah Kota Serang.

“Sekitar pukul 21.00 WIB terdakwa bertemu dengan pria tersebut di hotel dan terdakwa menerima uang sebesar Rp1,5 juta dari tamu itu,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, uang Rp1,5 juta itu selanjutnya dibagi oleh Rohimin. Rp300.000 diambil Rohimin untuk jasa mucikari dan Rp700.000 untuk membayar sewa hotel.

“PSK sebagai jasanya melayani tamu memerima Rp500.000,” ungkapnya.

Dirja menegaskan, 10 menit setelah bertransaksi dan saat PSK dan pria hidung belang di dalam kamar hotel, petugas Ditkrimsus Polda Banten datang menggrebek keduanya.

“Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” tegasya.

Sidang selanjutnya dilanjutkan dengan pemeriksaan sejumlah saksi di lokasi, baik dari pihak kepolisian maupun perempuan yang diduga PSK. Namun sidang berjalan tertutup. (darjat)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: