Kota Serang
Trending

Orangtua dan Siswa Kangen Belajar Tatap Muka

SERANG, BANTEN RAYA- Seiring dengan telah berubahnya zona Covid-19 Kota Serang dari oranye ke kuning, sejumlah siswa dan orangtua siswa meminta sekolah membuka kegiatan belajar tatap muka. Hal itu setidaknya terlihat dari aspirasi yang disampaikan murid dan wali murid SMP Negeri 2 Kota Serang.

“Memang ada aspirasi itu. Disampaikan oleh siswa dan orangtua ke wali kelas atau guru,” kata Kepala SMP Negeri 2 Kota Serang Rahmat Hardiana, Kamis (4/3).

Rahmat mengungkapkan, ada orangtua yang berharap sekolah dibuka dan menggelar kembali belajar tatap muka. Mereka mayoritas merupakan orangtua yang anaknya duduk di kelas IX. Para orangtua ini mengaku sudah merasa lelah membimbing anak mereka belajar di rumah. Sebagian lagi melihat ada perubahan buruk dari belajar daring karena anak lebih banyak main dibandingkan sekolah.

Rahmat mengungkapkan, keinginan orangtua agar belajar tatap muka segera dilakukan tercermin dari surat kesediaan orangtua tentang belajar tatap muka. Saat awal pandemi Covid-19 wacana belajar tatap muka ditentang banyak orangtua. Dari sekitar 1.023 orang tua, ada 40 persen orang tua menolak belajar tatap muka. Namun ketika Desember lalu orang tua ditanyakan kesediaan belajar tatap muka, yang menolak menyusut menjadi hanya tinggal 10 persen. “Posisi orang tua saat ini sudah lelah. Sudah capek dengan sekolah daring,” tuturnya.

Ditanya kesiapan sekolah melaksanakan belajar tatap muka, Rahmat mengaku sekolah saat ini pada posisi menunggu keputusan pemerintah daerah. Mengenai kesiapan sekolah, ia mengklaim sekolah siap melaksanakan belajar tatap muka kapan pun dan dengan sistem apa pun. Saat ini bola berada di pemerintah daerah, baik Kota Serang maupun Pemerintah Provinsi Banten. “Kita siap saja kapan pun tatap muka akan diadakan. Bagaimana pun sistemnya kami siap saja,” katanya.

Rahmat mengungkapkan, adapun skema belajar tatap muka yang disiapkan SMP Negeri 2 Kota Serang bila benar dilakukan maka akan dilakukan dengan menggunakan sistem shift, menerapkan prokes, dan maksimal anak hanya dua jam di sekolah. Sistem shift bisa dilakukan dengan cara membuat dua gelombang waktu belajar pada pagi dan siang hari. Atau anak dibuatkan jadwal belajar satu hari belajar dan satu hari tidak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri, belajar tatap muka tidak lagi berdasarkan pada zonasi Covid-19 di daerah yang bersangkutan melainkan pada kebijakan daerah tersebut. Sebab pemerintah pusat percaya pemerintah daerah yang lebih memahami bagaimana kondisi Covid-19 di daerah masing-masing. Sehingga dengan turunnya zonasi Covid-19 di Kota Serang dari oranye menjadi kuning tidak serta merta membuat kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan.

“Karena Gubernur Banten masih memberlakukan penundaan belajar tatap muka maka belajar tatap muka masih belum bisa dilakukan,” kata Wasis.

Meski demikian, dengan telah dimulainya vaksinasi untuk para guru di Banten ia berharap, Pemerintah Provinsi Banten dan kabupaten serta kota yang ada di Provinsi Banten bersepakat dengan pemberlakuan belajar tatap muka. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp