DaerahKota Serang
Trending

Pamit Bermain, Anak 4 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam

SERANG, BANTEN RAYA- Muhammad Asan (4), warga Kampung Karang Serang, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Cibanten, Kamis (14/1/2021). Sehari sebelumnya, anak dari pasangan Ilfandi (28) dan Tatu Mulyanah (42) dikabarkan hilang saat bermain air di Kali Cibanten.

Kepala Badan Search and Resque Nasional (Basarnas) Banten membenarkan jika korban yang dikabarkan hilang pada Rabu (13/1/2021) siang, sudah berhasil ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi mengambang di pinggir sungai, sekitar pukul 12.30 WIB.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka,” katanya kepada Banten Raya.

Menurut Zaenal, korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP) di bendungan karet. Tim SAR sempat menghentikan pencarian terhadap korban, karena kondisi sudah larut malam. “Alhamdulillah, akhirnya berhasil ditemukan. Meski beberapa kali pencarian dihentikan,” ujarnya.

Kapolsek Kasemen AKP Gugum Taryana mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi hilangnya bocah laki-laki tersebut pada Rabu (13/1/2021) siang. Orangtuanya mengabarkan jika anaknya hilang di sungai. “Kejadiannya sekitar pukul 15.30 WIB. Diduga seorang anak tenggelam di sungai,” katanya.

Menurut Ugum, awalnya Asan meminta izin kepada orangtuanya untuk bermain, sejak pukul 11.00 WIB. Namun hingga pukul 15.30 WIB, anak tersebut tidak kunjung pulang ke rumah.

“Orangtua kemudian mencari keliling kampung, tetapi korban tak ditemukan. Warga kemudian melapor ke Polsek Kasemen. Masyarakat bersama polisi menyisir Sungai Cibanten untuk melakukan pencarian,” ujarnya.

Ugum menegaskan, orangtua khawatir anaknya tenggelam di Sungai Cibanten, lantaran sang putra senang bermain air di sungai. Pencarian dilakukan oleh masyarakat, polisi dan melibatkan perahu nelayan. Proses pencarian pun menjadi tontonan warga dari atas jembatan maupun pinggir sungai. “Karena korban senang bermain air, khawatir tenggelam di Sungai Cibanten,” jelasnya.

Ugum meminta kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk mewaspadai dan memantau anak-anaknya. Diharapkan peristiwa serupa tidak kembali terjadi di wilayah hukumnya. “Jangan biarkan anak bermain sendiri. Harus didampingi orangtua. Sungai bukan tempat yang aman untuk bermain,” imbaunya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp