DaerahKota CilegonKota Serang
Trending

Pasca Teror Bom di Makassar, Pengunjung Gereja di Banten Menurun

SERANG, BANTEN RAYA- Pasca adanya aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021), jumlah jemaat di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Serang & Maranatha Cilegon, Kota Serang turun drastis. Meski kepolisian telah melakukan penjagaan, namun suasana di gereja terlihat sepi pengunjung.

Petugas keamanan HKBP Serang & Maranatha Cilegon, Ahmad Sopian mengatakan, setelah adanya informasi bom bunuh diri di Makasar, jumlah jemaat yang datang ke gereja turun. Biasanya, meski di masa pandemi ini jumlah pengunjung gereja bisa mencapai 200 orang.

“Yang ibadah kemarin jumlahnya sedikit, gak sampai 200 orang, mungkin karena informasi itu (bom bunuh diri) sudah menyebar di media sosial, instagram, dan televisi, jadi mereka khawatir,” katanya kepada Banten Raya saat ditemui di gereja HKBP Serang & Maranatha Cilegon, Senin (23/3/2021).

Menurut Sopian, kepolisian dan TNI sempat melakukan pengamanan di gereja HKBP Serang & Maranatha Cilegon. Namun untuk saat ini pengamanan hanya dilakukan oleh keamanan internal gereja. “Iya kalau kemarin ada pengamanan selama 12 jam, sekarang enggak ada hanya dari internal saja,” ujarnya.

Sopian mengungkapkan, untuk saat ini pengamanan pengunjung gereja lebih diperketat untuk mencegah adanya kejadian teror bom di Kota Serang. “Iya kita lebih waspada, kalau ada yang dicurigai kita cegah masuk kesini,” jelasnya.

Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto mengatakan, peningkatan pengamanan tempat ibadah umat kristen dilakukan sesuai instruksi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo setelah terjadi bom bunuh diri di Makasar.

“Peningkatan pengamanan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat jelang momentum peringatan wafat Isa Almasih 2 April 2021 dan perayaan Paskah 4 April mendatang,” katanya.

Rudy menambahkan, peningkatan pengamanan tak hanya dilakukan di gereja. Namun juga diterapkan di mal, pusat perbelanjaan, objek vital, pos polisi dan di markas komando (Mako). “Periksa kendaraan yang masuk ke dalam Mapolda maupun Mapolres sesuai dengan SOP yang ada,” ujarnya.

Rudy juga meminta kepada personilnya yang akan melakukan pengamanan agar selalu mewaspadai gerak-gerik masyarakat yang mencurigakan. “Personel yang melaksanakan piket 1×24 jam agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesehatannya,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan kepolisian akan terus melakukan pemantauan di tempat ibadah, maupun tempat keramaian, mewaspadai adanya teror kepada masyarakat. 

“Ada pemantauan patroli, untuk penjagaan selama tidak ada kegiatan keagamaan dilakukan pengamanan internal. Namun kita tetap kita lakukan koordinasi,” katanya.

Edy memastikan wilayah hukum Polda Banten tetap aman, dan tidak ada teror dari pihak manapun. Sehingga masyarakat bisa dengan tenang melakukan aktivitasnya.

“Insya Allah aman kita terus melakukan pengamanan,” jelasnya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp