DaerahKesehatanKota Serang
Trending

Pembatasan Jam Operasional di Kota Serang Jalan, Kafe dan THM yang Melanggar Juga Tetap Jalan

SERANG, BANTEN RAYA- Meski masuk zona merah virus korona, tempat hiburan malam (THM) di Kota Serang tak mengindahkan aturan pembatasan jam operasional yang diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Pembatasan operasional itu dilakukan dalam rangka menekan penyebaran Covid-19. 

Kabag Ops Polres Serang Kota Kompol Yudha Hermawan mengatakan, guna mencegah penyebaran virus korona, kepolisian membantu pemerintah dalam upaya pencegahan terjadinya kerumunan massa, dan pelanggaran jam operasional. Jajarannya menggelar razia ke sejumlah kafe dan THM di Kota Serang, Minggu (31/1/2021).

“Kegiatan ini menyasar kepada tempat usaha, jalan raya, dan lokasi lainnya yang menimbulkan kerumunan massa di satu titik, maka akan ditertibkan sesuai protokol kesehatan (prokes) Covid-19,” katanya kepada Banten Raya.

Menurut Yudha, dalam kegiatan itu kepolisian menemukan masih banyak pelaku usaha yang melakukan aktivitas di luar aturan jam operasional. Dimana jam operasional pusat perbelanjaan atau mal dan kafe hanya sampai pukul 19.00 WIB.

“Di Jalan Ahmad Yani kami menegakkan prokes dan memberi imbauan untuk membubarkan diri kepada warga yang sedang berkumpul. Lalu kita lanjutkan ke Cafe Weltevreden Alun-alun Kota Serang dan Woody’s Coffe Kebon Jahe,” ujarnya.

Yudha mengungkapkan, petugas selanjutnya langsung menyasar ke tempat hiburan malam. Ketika sampai di lokasi, masih ada tempat hiburan yang tetap buka meski sudah ada surat edaran dari Walikota Serang.

“Di daerah Serang Timur pada tutup. Cafe IONI buka dalam keadaan sepi tanpa pengunjung. Di sana kita memberikan imbauan. Sedangkan di Cafe Alexxus kita mengamankan enam botol bir merk Anker, dan kita membubarkan tempat billiar di Pasar Rau,” ungkapnya.

Yudha menambahkan, kepolisian juga menyasar ke sejumlah toko jamu di Kota Serang. Hasilnya, ditemukan masih adanya peredaran minuman keras yang diperjualbelikan secara bebas. “Di toko jamu mengamankan empat dus miras merk Anggur,” tambahnya.

Yudha meminta kepada pengelola tempat hiburan malam mematuhi ketentuan yang berlaku. Sebab, tindakan tegas akan dilakukan kepada para pengusaha yang kedapatan membandel.

“Pengelola tempat hiburan malam untuk sementara menutup usahanya demi keamanan dan keselamatan rakyat. Tentu kami atas nama Satgas Covid-19 Kota Serang akan menegakkan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemkot Serang membatasi jam operasional pusat perbelanjaan atau mal di Kota Serang hanya sampai pukul 19.00 WIB. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi terjadinya penularan Covid-19. Sebab, saat ini Kota Serang masuk pada zona merah penyebaran virus korona.

Untuk mal, selain dibatasi jam opersional juga ada pengaturan untuk layanan makan di tempat. Pengelola hanya diperkenankan menerima konsumen makan di tempat sebanyak 25 persen dari kapasitas restoran. 

“Ada pembatasan. Tempat ibadah dan tempat wisata untuk dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen,” kata Walikota Serang Syafrudin usai mengikuti kegiatan rapat koordinasi dengan menteri dan para kepala daerah via zoom. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp