Kota Serang
Trending

Pemkot Serang akan Bangun Perpustakaan Mewah dengan Anggaran Rp12 Miliar, Begini Bentuknya..

SERANG, BANTEN RAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tahun 2021 ini akan membangun gedung perpustakaan mewah di Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, tepatnya di Batok Bali. Sebab, kondisi gedung perpustakaan di Kota Serang saat ini sempit dan belum memadai.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DKP) Kota Serang Wahyu Nurjamil menyebutkan, anggaran untuk membangun gedung perpustakaan hampir Rp12 miliar. Rinciannya Rp2 miliar dari APBD Kota Serang tahun 2021 untuk pematangan lahannya, dan sekitar Rp10 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021 untuk pembangunan gedungnya.

“Tahun ini pematangan lahan, langsung lanjut pembangunan gedung perpustakaan,” ujar Wahyu kepada Banten Raya, Sabtu (20/2).

Ia menjelaskan, pematangan lahan harus dilakukan, mengingat kondisi kontur tanah yang akan dibangun gedung perpustakaan masih banyak lumpur, sehingga hal itu perlu dilakukan pematangan lahan.

“Jadi gini kontur tanahnya masih ada lumpurnya, kan gedung tidak bisa dibangun kalau tanahnya belum dimatangkan. Maka si lahan itu harus diratakan dulu, kalau sudah selesai baru gedungnya dibangun, luas lahannya sekitar 7.700 meter persegi,” jelas dia.

Selain membangun gedung perpustakaan, ia mengungkapkan, tahun ini pihaknya akan mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Perpustakaan berbasis inklusi sosial ini tidak hanya sekadar tempat membaca semata, tapi bagaimana meningkatkan kemandirian maupun kualitas ekonomi masyarakatnya.

“Contoh buku peternakan lele. Itu kita siapkan bukunya, kita siapkan narasumbernya, kita bahas bersama, kita aplikasikan nanti, sehingga masyarakat bisa mandiri, bisa memasarkan. Dampaknya adalah masyarakat bisa mandiri, dan bisa kegiatan ekonomi dari sebuah diskusi sebuah buku,” terangnya.

Ia menyebutkan, perpustakaan berbasis inklusi sosial baru tahun ini akan dibangun. Rencananya tiga lokasi yang akan dibangun di antaranya di Kecamatan Taktakan, Cipocok Jaya. “Temanya itu berlainan. Ada peternakan lele, ada yang pengolahan sampah, nanti ada lagi kerajinan apa. Gak sama,” sebut Wahyu.

Wahyu menegaskan, perpustakaan berbasis inklusi sosial ini bukan dibangun. Bila di kecamatan terdapat tempat bisa dimanfaatkan untuk didirikan perpustakaan berbasis inklusi sosial, maka bisa menggunakan tempat di kecamatan. Asalkan ada tempat untuk diskusi, dan mempunyai tema-tema yang akan dilaksanakan oleh masyarakat.

“Kalau memang dia sudah punya tempatnya, berarti tinggal pengembangan saja. Kalau yang mulai dari nol atau pengembangan kita siap support. Kita drop barang-barangnya. Mejanya, kursinya, bukunya, tetapi secara program dia harus berkelanjutan, jadi harus ada diskusi yang terus menerus terjadi di situ,” jelasnya.

Anggaran untuk perpustakaan berbasis inklusi sosial tahun ini Rp 300 juta dari APBD Kota Serang tahun 2021. “Itu untuk sarana prasarananya, honor narsum, honor kegiatannya,” ucap dia. (harir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp