DaerahKota Serang
Trending

Penutupan Rumah Makan di Siang Hari, Walikota Serang: Hargai yang Puasa

SERANG, BANTEN RAYA – Walikota Serang Syafrudin menegaskan penutupan rumah makan di siang hari selama Ramadan sudah menjadi kesepakatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kesepakatan bersama terjalin untuk menghargai warga Kota Serang yang menjalankan ibadah puasa. 

Syafrudin menjelaskan, kesepakatan itu terjalin antara Pemkot Serang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang, Kamis (7/4/2021) dan Senin (12/4/2021) di Setda Kota Serang.

“Ya saya kira memang itu sudah hasil kesepakatan Forkopimda, MUI, dan Kemenag. Jadi kesepakatannya seperti itu,” kata Syafrudin, kepada Banten Raya, kemarin.

Pihaknya, sambung dia, sangat menyadari bahwa penduduk warga Kota Serang pun tak hanya muslim semata. Akan tetapi ada pula warga non muslim yang bermukim di Kota Serang. Hanya saja, lagi-lagi ia menegaskan bahwa surat imbauan bersama tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama sehingga hal itu tidak bisa ditawar lagi. 

“Sudah kita edarkan. Kalaupun ada hal-hal, ada umat agama lain yang tidak puasa, wanita hamil yang tidak puasa, saya kira menghargai yang puasa saja dulu makan di rumah,” katanya. 

Baca juga

Satpol PP Kota Serang Kembali Gerebek Rumah Makan, Rice Cooker hingga Tabung Gas Disita

Terkait sanksi pidana dan denda maksimal sebesar Rp50 juta, Syafrudin menegaskan bahwa di surat imbauan bersama yang diedarkan tidak tercantum sanksi tersebut. 

“Saya kira di surat imbauan itu enggak ada. Hanya memang ada di Perwal (peraturan walikota) tahun 2017 tindaklanjut dari perda itu ada. Untuk teknisnya silakan ke Satpol PP,” tandasnya. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp