DaerahKota Serang
Trending

Perempuan Masih Menjadi Objek Eksploitasi

SERANG, BANTEN RAYA – Perempuan Nusantara sejak zaman kolonial sudah menjadi objek yang paling sering dieksploitasi. Selain eksploitasi perasaan, yang paling kejam adalah ekspolitasi seksual dengan menjadikan mereka sebagai wanita malam. 

Demikian pesan yang ingin disampaikan dalam penampilan monolog berjudul Nyanyian Adinda yang dibawakan oleh Irma Maulani dan ditampilkan dalam penutupan kegiatan Kartini, Bumi, dan Buku di Umah Budaya Kaujon, Kamis (6/5/2021) malam. 

Monolog itu terasa lebih dinamis dan menarik karena dikolaborasikan dengan tari yang dibawakan Mukhlis, penari yang juga mahasiswa ISI Yogyakarta. 

Nyanyian Adinda bercerita tentang sosok Adinda dalam cerita Saijah Adinda dalam novel Max Havelaar. Adinda yang ditinggal kekasihnya Saijah ke Sumatera secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang mandor proyek jalan raya yang royal karena sering memberi rokok dan ramah kata-katanya. 

Setiap kali dagangan Adinda berupa pisang rebus dan nasi sayur tak habis akan diborong oleh sang mandor. Lama kelamaan mereka akhirnya akrab dan Adinda tak sungkan curhat hal-hal pribadi, termasuk ketika mendapatkan surat dari Saijah berisi anjuran untuk menyusul ke Sumatera. Sang mandor pun bahkan bersedia membantu Adinda mengantarkannya ke Sumatera untun menemui Saijah. 

Namun di perjalanan sang mandor bukan menuju Sumatera malah mengarahkan kendaraan ke Karawaci. Di sebuah penginapan Adinda digagahi sang mandor. 

“Keperkasaannya menindih kesadaranku,” ucap Irma. 

Adinda merasa telah menodai cintanya kepada Saijah. Maka ia pasrah bila kemudian akan menjadi istri sang mandor. Namun ternyata sang mandor tak berniat menikahinya. 

Adinda setelah menjadi pelampias nafsunya selama sebulan lalu kemudian dijadikan sebagai kupu-kupu malam di sejumlah tempat pelacuran seperti Cikupa, Cimone, Balaraja, Cilegon, Ancol, sampai Kalijodo. 

Ketua Panitia Kartini, Bumi, dan Buku, Destian Andrianto Kurniawan mengatakan, acara ini digelar untuk memperingati tiga hari penting, yaitu Hari Kartini (21 April), Hari Bumi (22 April), dan Hari Buku (23 April). Karena itu pula tema, isu, dan bintang tamu yang dihadirkan berkisar tentang perempuan, buku, dan lingkungan. 

Pria yang akrab disapa Ndes mengungkapkan, di acara tersebut ia sengaja mengundang dan mengumpulkan para seniman perempuan agar mereka bisa berkreasi dan berkolaborasi. Acara ini juga bisa menjadi wadah alternatif bagi para seniman dalam berkesenian. 

Para seniman perempuan yang memeriahjan art exibishion acara ini yaitu Agnes dari Serang, Agistia Lestari dari Tangerang, Ika Ai dari Lebak, Widiani Eidelwis dari Depok. (tohir)

Related Articles

Back to top button