Kota Serang
Trending

Peringati Hari Perempuan Sedunia, Mahasiswi Tuntut RUU PKS Segera Disahkan

SERANG, BANTEN RAYA – Puluhan mahasiswi yang terdiri dari Perempuan Mahardika, Lingkar Studi Feminis, GMNI, HMI, Kohati, Kumandang, Kumala, Hamas, dan Api Kartini menuntut kepada pemerintah segera mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual (PKS). Aksi itu mereka sampaikan dalam memperingati hari perempuan internasional 2021 di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri, tepatnya depan kampus UIN SMH Banten, Senin (8/3/21).

Akibatnya, aparat kepolisian pun harus turun tangan mengatur arus kendaraan yang hendak ke arah Alun-alun Kota Serang, dan lainnya karena sempat terjadi kemacetan.

Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan Kumala Siti Maesaroh mengatakan, dalam aksinya pihaknya menuntut pemerintah untuk segera mengesahkan RUU PKS. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak kaum perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual dan KDRT.

“Masih banyak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan. Terhitung sekitar masih ada 2.940 perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual dan KDRT belum teratasi di Indonesia,” ujar Maesaroh kepada Banten Raya, di sela-sela aksi.

Selain itu, lanjut dia, hingga saat ini pun masih banyak hak-hak perempuan yang terabaikan, terlebih di masa pandemi Covid-19 sekarang.

“Kita menutut hak-hak perempuan yang terabaikan. Apalagi sekarang pandemi Covid-19 tidak ada jaminan sosial yang lebih terhadap kaum perempuan, padahal kaum perempuan itu generasi penerus bangsa. Karena anak-anak bangsa itu akan lahir dari seorang perempuan,” jelas dia.

Karena itu, pihaknya menuntut kepada pemerintah untuk segera mengesahkan RUU PKS. Hal itu agar tidak terjadi lagi kekerasan seksual dan KDRT terhadap perempuan.

“Kami menuntut RUU PKS segera disahkan, karena di situ ada poin-poin perlindungan terhadap perempuan kekerasan seksual dan KDRT,” tegasnya.

Maesaroh juga berharap pemerintah lebih intens memperhatikan kondisi kaum hawa di Indonesia.

“Setidaknya meskipun tidak semuanya terselesaikan, minimal kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan seksual berkurang,” harap dia. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp