DaerahKota Serang
Trending

Protes Jalan Rusak, Warga Kota Serang Mancing di Kubangan Jalan

SERANG, BANTEN RAYA – Warga Lingkungan Ciemas Raya, Kota Serang, melakukan aksi protes jalan rusak dengan cara yang unik. Mereka melakukan aksi protes dengan memancing di kubangan jalan rusak yang dianggap seperti kolam ikan. 

Aksi itu tepatnya dilakukan di ruas Jalan Cipocok Jaya-Pulojajar, di Lingkungan Ciemas Raya, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (10/2/2021). 

Pantauan Banten Raya di lokasi, tiga orang pria paruh baya warga Ciemas Raya memancing ikan di kubangan tengah jalan layaknya di sebuah kolam. Ukuran lubang dan kubangan bervariatif mulai berdiameter kecil hingga besar. Mancing di kubangan itu adalah sindiran kepada pemerintah lantaran jalan di lingkungannya tak kunjung diperbaiki.

Ketua RT 03 Lingkungan Ciemas Raya Nawawi mengatakan, sudah lama jalan poros Kelurahan Cipocok Jaya-Kelurahan Banjarsari tersebut dibiarkan rusak. Tidak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

“Kami mancing ini bentuk protes ke pemerintah. Sudah dua tahun lebih akses jalan poros menuju rumah pak walikota ini rusak,” ujar Nawawi kepada Banten Raya saat ditemui lokasi.

Ia mengungkapkan, akibat infrastruktur jalannya amburadul, arus transportasi kendaraan bermotor pun terganggu. Bahkan di sana juga kerap terjadi kecelakaan tunggal karena terperosok ke dalam kubangan atau lubang.

“Keluhannya banyak sekali kendaraan baik sepeda motor dan mobil terperosok di lubang. Mungkin karena berebut jalan dan menghindari lubang, gak ada yang mau ngalah,” ungkapnya.

Nawawi memperkirakan dalam sehari ada saja kendaraan, khususnya pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan tunggal.

“Sehari kadang ada empat sampai lima. Karena berlubang. Waktu itu aja tukang tempe juga pernah jatuh di jalan sini. Sampe acak-acakan daganganny,” jelasnya.

Pihaknya mengaku beberapa kali pernah mengusulkan langsung kepada Pemkot Serang. Namun sampai saat ini masih belum ada realisasinya.

“Sudah diusulkan melalui musrenbang tahun kemarin dan tahun ini. Tapi sampai sekarang belum ada aja. Pernah ada yang nurunin batu split di pinggir jalan cuman enggak diaspal. Akhirnya rusak lagi,” keluh Nawawi.

Maka dari itu, Warga Ciemas Raya berharap ruas Jalan Cipocok Jaya-Pulojajar segera diperbaiki. Sebab setiap hari volume kendaraan yang melintas di ruas jalan poros kelurahan ini cukup padat. Pasalnya, ruas Jalan Cipocok Jaya-Pulojajar ini menghubungkan beberapa lingkungan seperti Tegal Jeruk, Kelebut, dan Perumahan Kelapa Gading.

“Itu warga Kelapa Gading tiap hari lewat sini terus. Makanya kami mohon ke Pak Wali jalan ini segera diperbaiki, supaya akses kendaraan kembali lancar, dan gak ada kecelakaan lagi,” tutur dia.

Keluhan serupa diungkapkan warga Ciemas Raya lainnya, Ali Musa. Kerusakan ruas Jalan Cipocok Jaya-Pulojajar yang terparah berada di lingkungan Ciemas Raya. Pasalnya banyak lubang dan kubangan air di kanan-kiri jalan. Kerusakan itu karena sudah lama, ditambah lagi sekarang ini musim hujan, sehingga cepet rusak.

“Kami minta segera diperbaiki jalan ini. Masak dekat rumah walikota jalannya kayak kubangan kerbau, malu lah,” ucap Ali.

Selain jalan, warga pun mengeluhkan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas Jalan Cipocok Jaya-Pulojajar sudah banyak yang padam. Akibatnya warga pengendara kendaraan bermotor harus ekstra hati-hati ketika melintas pada malam hari.

“Udah jalannya rusak, lampunya ikut-ikutan mati. Sepeda motor yang lewat sering kejeblos lubang. Uwes lengkap pokoknya mah,” ungkap dia.

Ali menyebutkan, ada sekitar 12 unit lampu PJU yang terpasang di sepanjang ruas poros tersebut.

“Kalau gak salah ada sekitar 12 lampu PJU semuanya sudah mati. Dan sampai sekarang masih mati. Pernah diajukan ke dinas terkait tapi sampai sekarang belum diperbaiki,” tandasnya. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp