DaerahHukum & KriminalKota Serang
Trending

Rampas Mobil, 4 Debt Collector Akhirnya “Parkir” di Jeruji Besi

SERANG, BANTEN RAYA – Melakukan perampasan mobil di belakang Rumah Sakit (RS) Bedah Benggala, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang pada Desember 2019 lalu, empat mata elang (matel) atau debt collector ditangkap Satuan Reskrim Polres Serang Kota setelah buron selama satu tahun.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Banten Raya, kasus perampasan kendaraan yang diungkap Satreskrim Polres Serang Kota berdasarkan laporan Rizal, warga Kampung Sorongan, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang dengan nomor: LP-B/398/XII/2019/Res.Serang Kota.

Saat kejadian, empat pelaku yaitu Bayu, Armada Jaya, Jumadi dan Ajat menarik paksa kendaraan minibus milik Rizal di belakang RS Benggala. Tidak terima kendaraannya dirampas. Warga Pandeglang itu melakukan perlawanan dan sempat terjadi cekcok mulut.

Tak izin kendaraan yang menunggak cicilan itu dibawa pemiliknya, keempat matel tersebut melakukan kekerasan dan memukul korban. Setelah tak berdaya, mobil korban dibawa oleh para pelaku. Korban selanjutnga melaporkan kejadian itu ke Polres Serang Kota.

Menindaklajuti laporan itu, petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Bayu dan Armada pada Februari 2020 lalu. Namun dua pelaku Jumadi dan Ajat tidak dapat ditemukan. Setahun berlalu, pada Januari 2021 Jumadi dan Ajat diketahui keberadaannya di Kabupaten Serang. Setelah dilakukan pengintaian, keduanya berhasil ditangkap di dua lokasi berbeda. 

Tersangka Jumadi ditangkap di kediaman rekannya sesama matel di daerah Cikeusal, Kabupaen Serang. Sedangkan Ajat ditangkap di rumah mertuanya di daerah Petir, Kabupaten Serang.

Kasat Reskrim Polres Serang AKP Indra Feradinata membenarkan penangkapan pelaku perampasan kendaraan yang dilakukan oleh anggotanya. Dari empat pelaku, dua pelaku sudah diamankan lebih dahulu. “Yang dua baru kita proses (baru diamankan),” katanya kepada Banten Raya, Jumat (8/1/2021).

Ia menambahkan, kepolisian masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan keempat matel tersebut dan tengah mencari barang bukti kendaraan korban yang telah diambil pelaku. “Masih dilakukan pengembangan,” tambahnya.

Indra menegaskan, atas perbuatannya itu keempatnya telah melanggar pasal 365 KUHP tentang penganiayan jo pasal 368 KUHP tentang perampasan. Kemudian jo pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan jo pasal 55 KUHP. “Untuk ancaman hukumannya paling lama 9 tahun penjara,” tegasnya. (darjat)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d bloggers like this: