Kota Serang
Trending

Ratusan Warga Kota Serang Berjubel Cairkan Bantuan Sosial dari Kemensos

SERANG, BANTEN RAYA – Ratusan warga Kecamatan Kasemen berjubel di depan pintu masuk kantor Kecamatan Kasemen Kota Serang, Kamis (15/4/2021). Mereka berebut ingin masuk agar segera mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp300.000 per bulan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Pantauan di lokasi, ratusan warga dari empat kelurahan antusias untuk mencairkan BST. Saking antusias, warga abaikan protokol kesehatan (prokes). Mereka berdesak-desakan sampai berjubel. Sampai-sampai pihak panitia dan Kecamatan Kasemen kewalahan mengatur warganya yang antusias.

Salah seorang warga Karangantu, Kelurahan Banten Soleh mengatakan, pencairan BST di Kecamatan Kasemen untuk empat kelurahan yakni Banten, Kasunyantan, Kasemen, dan Margaluyu. Namun ia mengeluhkan dengan teknis pola pencairan BST-nya karena tidak teratur, sehingga terjadi kerumunan massa yang mengakibatkan sampai berjubel.

“Hari ini sudah ngacak. Saya nyampe sini dari jam 8 pagi sampai jam 11.00 belum masuk. Harusnya pagi itu jadwalnya Kelurahan Banten dan Kasunyantan. Tapi warga dari Kasemen dan Margaluyu udah ikut ngantri di sini. Jadinya berjubel kayak gini,” ujar Soleh, ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, bila berdasarkan jadwal pencairan pertama untuk warga Kelurahan Banten dan Kelurahan Kasunyantan mulai pukul 08.00-12.00 WIB. Sedangkan, jadwal pencairan warga Kelurahan Kasemen dan Margaluyu siang mulai dari pukul 13.00-15.00 WIB.

“Ada jadwalnya tapi cuma pada praktiknya begini-begini terus. Padahal hampir setiap bulan begini aja gak ada perubahan sama sekali,” ucap dia.

Sejatinya ia merasa khawatir dengan kondisi berjubel dan berdesak-desakan saat mengantre untuk pencairan BST. Terlebih situasi saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Khawatirlah kita kan enggak ada tahu ada yang terpapar atau tidak. Kelihatannya sih sehat semua, kita enggak ada yang t6au kondisinya seperti apa,” katanya.

Oleh karena itu, Soleh memberikan saran agar teknis pencairan BST diubah. Kantor Pos selaku tempat pencairan agar jemput bola ke masyarakat. Hal itu untuk menghindari terjadinya kerumunan massa, hingga berjubel.
“Saran saya kenapa kantor Pos enggak mendatangi ke masing-masing KK (kepala keluarga) saja melalui RW/RT. Lebih aman dan lebih cepat. Apalagi lagi korona kayak gini. Kita juga sebenarnya riskan tapi karena butuh bagaimana lagi,” tutur Soleh.

Ia berencana jika uangnya cair akan digunakan untuk kebutuhan pangan, karena itu sangat prioritas.
“Rencananya uangnya buat kebutuhan sehari-hari. Iya alhamdulillah lagi kayak gini ada bantuan. Bisa buat risiko dapur,” tandas dia. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp