DaerahHukum & KriminalKota Serang
Trending

Rebutan Anak, Pria Ini Didakwa Aniaya Mantan Istri

SERANG, BANTEN RAYA- RM didakwa melakukan penganiayaan terhadap DCN, mantan istrinya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang, saat sidang di PN Serang, Selasa (27/4/2021). Penganiayaan tersebut dilakukan karena masalah rebutan anak.

JPU Kejari Serang Sih Kanthi Utami mengatakan, pada 25 Juni 2020 sekira jam 10.30 WIB, ibu korban berinisial ES datang ke rumah orang tua terdakwa di wilayah Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang.

“Dengan maksud untuk menjemput cucunya atau anak dari korban DCN, karena telah 3 hari berada di rumah mantan suami anaknya (RM),” kata JPU kepada Majelis Hakim yang diketuai Slamet Widodo disaksikan terdakwa, Selasa (27/4/2021).

Menurut Kanthi, terdakwa tidak mengizinkan anak perempuannya dibawa oleh mantan mertuanya itu, lantaran terdakwa RM kecewa terhadap mantan istrinya yang dituding melakukan perselingkuhan.

“Terdakwa tidak mengizinkan apabila anaknya dibawa pulang dari rumah orangtua terdakwa, dengan alasan bahwa DCN tidak pantas menjadi ibunya, karena sebelum bercerai DCN telah selingkuh,” ujarnya.

Kanthi menambahkan, ES kemudian memberitahukan DCN melalui pesan WhatsApp, jika anaknya tidak bisa dijemput karena tidak diizinkan oleh ayahnya.

“Sekitar jam 11.00, DCN dijemput oleh adik terdakwa (datang ke rumah terdakwa menjemput anaknya),” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kanthi, ketika DCN hendak menuju ruang tamu, RM merampas handphone (HP) korban, dengan alasan HP itu dibeli menggunakan uang terdakwa.

“DCN saat itu mempersilahkan kepada terdakwa untuk mengambil handphonenya tersebut, namun tidak termasuk data-data internalnya,” tambahnya.

Kanthi menjelaskan, pasca kejadian itu DCN mendengar suara sepeda motor di luar rumah. Dia mencurigai jika anak perempuannya dibawa oleh sepeda motor tersebut.

“DCN kemudian hendak keluar rumah. Namun saat itu terdakwa menahannya di depan pintu dengan menggunakan kedua tangannya,” jelasnya.

Selain menahan, Kanthi mengungkapkan, terdakwa kemudian memukul kedua lengan korban dengan menggunakan telapak tangan, serta mencengkram kedua lengan bagian atas dengan sangat kencang.

“Terdakwa mendorong DCN hingga jatuh dan tak sadarkan diri. Setelah sadar, DCN melihat terdakwa mengusir ibunya,” ungkapnya.

Baca juga

Gara-gara Dilarang Petik Nangka, Cucu Dorong Nenek Hingga Tewas

Kanthi menegaskan, atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

“Pemeriksaan medis sesuai dengan Surat Visum et Repertum Nomor: 203/VER/RS/VII/2020 tanggal 15 Juli 2020, ditemukan luka lecet dan memar pada lengan akibat kekerasan tumpul,” tegasnya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp