DaerahEkonomi & BisnisKota Serang
Trending

Revitalisasi Banten Lama Tak Dongkrak Ekonomi Warga

SERANG, BANTEN RAYA – Revitalisasi Kawasan Banten Lama yang dilakukan oleh Pemprov Banten dinilai belum berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar Kawasan Banten Lama.

Hal itu disampaikan oleh tokoh masyarakat dan perwakilan pedagang yang ada di Banten Lama, kepada bantenraya.com, Rabu (2/6/2021).

Ahmad Syafei, tokoh masyarakat Sukadiri, Kecamatan Kasemen, Kota Serang mengatakan, revitalisasi Kawasan Banten Lama memang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya masyarakat yang menjadi pedagang di Kawasan Banten Lama. Namun secara umum, ia melihat perbaikan ekonomi dari revitalisasi Kawasan Banten Lama belum merata seluruhnya.

“Secara umum belum membawa dampak positif bagi semua pedagang,” katanya.

Syafei mengatakan, salah satu penyebab tidak meratanya peningkatan ekonomi pedagang dan masyarakat sekitar, karena sampai saat ini Pemprov Banten belum menyelesaikan inti masalah di Kawasan Banten Lama. Menurutnya, inti masalah yang harus pertama kali dibenahi adalah pedagang.

“Kalau pedagang sudah dibenahi, untuk membenahi yang lain bisa lebih mudah,” katanya.

Ia mencontohkan, pedagang akan tetap tidak akan tertata rapi selama belum ada lokasi berjualan permanen yang dibuat pemerintah daerah. Karena itu, yang pertama kali harus dilakukan dan difokuskan adalah membuat dan menata lokasi berjualan.

Namun, penyediaan tempat berjualan saja tidak cukup mampu mengatur pedagang. Watak pedagang adalah mendatangi keramaian, sehingga selain menyiapkan tempat berjualan juga penataan terminal harus menjadi prioritas. Ketika kendaraan sudah terpusat di satu titik dan tempat berjualan diletakan di dekat itu, maka dengan sendirinya para pedagang akan mudah diatur.

“Kalau sekarang semua dibangun. Seharusnya fokus pembangunan terminal dan kios pedagang dulu, baru yang lain,” kata Syafei.

Syafei menuturkan, memang saat ini ada para pedagang yang masih bisa berjualan, ada yang menempati lokasi strategis yang banyak dilalui pengunjung Banten Lama. Namun di luar itu, banyak juga pedagang yang tidak mendapatkan posisi berjualan strategis bahkan banyak yang tidak bisa berjualan.

Rodiah, salah seorang pedagang mengamini bahwa setelah revitalisasi Kawasan Banten Lama aktivitas berjualannya saat ini semakin sulit. Bila dahulu ia bisa berjualan di dekat menara Masjid Banten Lama, saat ini hal itu tidak bisa dilakukan lagi.

Ia juga mengakui adanya penurunan pendapatan setelah dilakukannya revitalisasi Kawasan Banten Lama. Sebab saat ini aktivitas berjualan kerap harus bersinggungan dengan para petugas yang berjaga. Tak jarang terjadi ketegangan bahkan baku hantam antara pedagang dan petugas.

Ketegangan semacam ini sebenarnya bisa tidak terjadi bila penataan pertama yang dilakukan adalah fokus pada penataan lokasi berjualan. Para pedagang sendiri jauh sebelum revitalisasi sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah mereka menginginkan agar lokasi berjualan dibuat agar dapat dilintasi pengunjung. Namun kenyataannya pemerintah daerah membuatkan kios yang berlainan dengan keinginan dan harapan para pedagang.

BACA JUGA: 3 Tahun Dibiarkan Kosong, Kios KPW Banten Lama Kini Siap Ditempati dan Gratis Selama 6 Bulan

Pengamat ekonomi dari Universitas Banten Jaya Mirza Abdi Khairuzy mengatakan bahwa selain pandemi, lambatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Banten Lama pasca revitalisasi adalah karena perencanaan revitalisasi tidak disertai dengan perencanaan ekonomi untuk masyarakat sekitar.

Padahal, sebenarnya pemerintah bisa memberdayakan masyarakat setempat untuk menjadi tour guide atau pemandu wisata di sekitar kawasan. Dalam penelitian yang dilakukan pihaknya, pengunjung ke Banten Lama naik berkali-kali lipat dibandingkan sebelum revitalisasi. Semestinya, kenaikan pengunjung yang berkali-kali lipat itu bisa linear dengan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

“Olah karena itu, harus ada pelatihan untuk masyarakat setempat agar bisa menangkap potensi yang ada,” katanya. (tohir/rahmat)

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp