KesehatanKota Serang
Trending

Ribuan Warga Kota Serang Masih Dolbon

SERANG, BANTEN RAYA – Sebanyak 1.169 keluarga di Kecamatan Taktakan, Kota Serang masih buang air besar sembarangan (BABS). Hal itu lantaran mereka belum memiliki jamban keluarga dan masih menganut perilaku masyarakatnya yang masih buang air di kebon (dolbon) atau di sawah (dolwah).

Demikian disampaikan Camat Taktakan Farach Richi usai pembukaan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kecamatan Taktakan tahun 2022 di Hotel Flamengo, Kota Serang, Kamis (21/1/2021). Walikota Serang Syafrudin membuka acara Musrenbang tingkat Kecamatan Taktakan tersebut.

Diunhkapkan Farach, berdasarkan data pusat kesehatan masyarakat (PKM) Kecamatan Taktakan terdapat mencapai 2.045 kepala keluarga (KK) pada 2016 . Di 2020 tercatat masih ada 1.169 KK belum memiliki jamban yang tersebar di masing-masing kelurahan.

Adapun rinciannya terdiri atas Kelurahan Umbul Tengah 116 KK, Kelurahan Drangong 31 KK, Kelurahan Taktakan 72 KK, Kelurahan Cibendung 47 KK Kelurahan Panggung Jati 38 KK. Selanjutnya Kelurahan Lialang 49 KK, Kelurahan Taman Baru 31 KK, Kelurahan Cilowong 65 KK, Kelurahan Anyar 105 KK, Kelurahan Pancur 66 KK, Kelurahan Sepang 38 KK, Kelurahan Sayar 158 KK, dan Kelurahan Kuranji 38 KK.

“Yang tinggal sedikit itu di Kelurahan Drangong, kurang dari 30 KK,” ujar Farach, kepada Banten Raya, usai acara pembukaan.
Ia menjelaskan, alasan warganya masih membuang air besar sembarang dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pola hidup sehat. Setiap warganya memiliki rumah namun tidak membuat jamban atau toilet.

Begitu juga dengan yang sudah memiliki rumah dan jamban namun masih BAB sembarang di kebun maupun sawah. “Jadi perlu diubah pola perilakunya. Dan yang kita usahakan ini bagaimana merubah prefrentifnya, bagaimana menyampaikan pemahaman kepada masyarakat,” kata dia.

Farach mengungkapkan, untuk mengurangi perilaku tersebut, pihaknya telah membuat arisan jamban di setiap kelurahan sebagai solusi alternatif terkait BAB sembarangan. Dengan iuran kisaran Rp600.000 hingga Rp700.000 per orang.

Selain itu, sambung dia, pihaknya akan mengajukan ke dinas terkait untuk membangun fasilitas kesehatan berupa MCK (mandi, cuci, kakus) di setiap lingkungan yang tersebar di Kecamatan Taktakan.
“Ini sudah berjalan di beberapa kelurahan tahun 2020 kemarin, sejak saya menjadi camat. Tinggal bagaimana merubah mindset (pola pikir-red)-nya. Insya Allah masa kepemimpinan Pak Wali bisa dituntaskan,” jelas Farach.

Melalui kegiatan RKPD tahun 2022 ini pihaknya menjadikan pebinaan agar tak BAB sembarangan sebagai salah satu program prioritas di bidang kesehtan.
“Iya ini menjadi program prioritas untuk bidang kesehatan musrenbang 2022 nanti. Tapi dituntasin di kelurahan mana dulu nih, jadi diberi target setiap tahunnya,” tandasnya. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp