Kota Serang
Trending

Sampah Liar Kembali Marak di Kota Serang dan Makin Mengerikan

SERANG, BANTEN RAYA – Sampah liar kembali marak di sejumlah titik jalan di Kecamatan Serang. Salah satunya yang berlokasi di jalan frontage, dekat Banten Indah Permai. 

Febi, salah seorang warga Bumi Indah Permai, mengatakan, awalnya sampah liar di pinggir jalan frontage hanya satu dua. Namun saat ini jumlahnya semakin banyak dan mengerikan.

“Aroma yang dihasilkan juga busuk banget,” kata Febi, Minggu (16/6).

Febi mengaku kesal dengan aktivitas yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab itu yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan. Padahal sampah bisa menimbulkan penyakit, salah satunya diare yang berasal dari lalat yang berkembang biak di sampah.

Omi, salah seorang warga Kampung Kedawung, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, mengatakan, ia menduga orang yang membuang sampah di pinggir jalan seperti itu pasti merupakan warga kompleks atau perumahan. Menurutnya warga kampung apalagi di kampungnya tidak pernah membuang sampah secara sembarangan seperti itu. 

“Soalnya kalau warga kampung sini, pasti dibuangnya juga di kampung sendiri, enggak mungkin dibuang di pinggir jalan)” katanya.

Omi mengaku beberapa kali sempat memergoki orang yang sengaja melempar plastik berisi sampah ke pinggir jalan tersebut. Biasanya hal itu dilakukan dengan menggunakan sepeda motor. Saat orang itu melintasi jalan tersebut maka ia melemparkan plastik berisi sampah itu ke pinggir jalan.

Camat Serang Farach Richi ketika dikonfirmasi masalah ini mengaku sudah memantau dan mendata titik sampah liar yang ada di Kecamatan Serang. Ia bahkan mengaku akan segera menindaklanjuti permasalahan sampah liar yang berada di wilayah kekuasaannya itu dengan segera.

“Saya sudah pantau memang ada beberapa titik sampah liar. Makanya besok (hari ini-red) kami akan segera tindaklanjuti agar cepat terselesaikan,” tuturnya.

Menurut Farach, baik warga kampung maupun kompleks, tidak akan ada yang mau bertanggung jawab pada masalah tumpukan sampah liar di pinggir jalan. Karena itu jalan terbaik menyelesaikan masalah sampah ini adalah dengan menghilangkannya.

“Tidak akan ada yang mau mengakui, siapa yang membuang sampah. Makanya kami akan angkut, dan meminta bantuan alat berat ke Dinas PU,” katanya.

Farach mengaku mendapat laporan dari warga tentang tumpukan sampah liar di sepanjang jalan perumahan BIP yang semakin menumpuk, selama Ramadan. Padahal seharusnya, baik warga kampung maupun kompleks, membuang sampah pada tempatnya bukan di sembarang tempat, apalagi pinggir jalan. Sebab selain mengganggu pemandangan hal itu juga akan menyebabkan penyakit.

“Makanya nanti kami akan imbau dan memberikan sosialisasi ke warga, termasuk ke warga perumahan,” ujarnya. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp