Hukum & KriminalKota Serang
Trending

Sampai Februari, Sudah Ada 4 Kasus Kekerasan Seksual di Kota Serang

SERANG, BANTEN RAYA – Mulai Januari-Februari 2021 ini, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kota Serang sudah tercatat ada empat kasus. Untuk menekan kasus tersebut, Pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana ( DP3AKB) Kota Serang gencar melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebab kasusnya kemungkinan bisa bertambah lagi selama pandemi Covid 19.

Kepala DP3AKB Kota Serang Toyalis membenarkan, terhitung sejak Januari hingga Februari pihaknya sudah mencatat ada empat laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Sedangkan tahun 2020, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur tercatat 38 kasus, dan delapan kasus KDRT.

“Sampai bulan Februari sudah ada empat laporan yang masuk kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Rebutan hak asuh anak empat orang karena perceraian ortunya dan kekerasan fisik satu anak. Kekerasan anak yang banyak,” ujar Toyalis, ditemui di Setda Puspemkot Serang, Kota Serang, Kamis (25/2/2021).

Ia menjelaskan, empat kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada remaja wanita usia 15-16 tahun. Pelakunya masih orang terdekat korban.

“Pelakunya masih orang terdekat yaitu ayah tirinya dan ada juga kakeknya,” ucap dia.

Menurut Toyalis, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dimungkinkan masih bisa terus bertambah, karena baru awal tahun. Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi terhadap masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya melaporkan kasus kepada instansi pemerintah terkait.

“Sekarang setiap ada kejadian pasti melapor sekarang, saya senang supaya tidak terjadi lagi kasus ini lebih banyak dari pada tahun lalu. Kalau sudah terjadi kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini wajib ditindaklanjuti,” jelasnya.

Untuk menekan kasus tersebut, pihaknya terus gencar berupaya sosialisasi agar kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur terus berkurang.

“Kita terus sosialisasi ke setiap kecamatan dengan mengundang tokoh masyarakat,” tutur Toyalis. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp