DaerahKota Serang
Trending

Satpol PP Kota Serang Kembali Gerebek Rumah Makan, Rice Cooker hingga Tabung Gas Disita

SERANG, BANTEN RAYA – Jajaran Satpol PP Kota Serang menggerebek enam rumah makan di Kota Serang yang kedapatan buka di siang hari saat Ramadan, Kamis (15/4/2021). Akibatnya, enam alat penanak nasi atau rice cooker dan satu tabung gas disita oleh petugas penegak peraturan daerah (perda) tersebut.

Berdasarkan video kiriman Satpol PP, salah satu warung tegal (warteg) di ruas Jalan Petir, dekat Perumahan Serang Hijau, Kecamatan Cipocok Jaya, ditemukan ada lima orang pria dan satu orang perempuan yang tengah duduk. Dua orang sedang makan, dan tiga orang pria lainnya tidak sedang makan. 

Pemilik rumah makan yang berjenis kelamin perempuan pun sempat memohon agar alat penanak nasinya tidak dibawa ke Mako Satpol PP.

“Maaf saja sih pak, usaha pak. Pak tolong pak jangan dibawa,” pinta ibu pemilik warteg sambil mengiba. 

Kasi Dalops Satpol-PP Kota Serang Awaludin mengatakan, pihaknya terpaksa menyita enam rice cooker dan satu tabung gas, lantaran enam rumah makan itu kedapatan sedang melayani pembeli pada siang hari.

“Kita sita rice cooker dan tabung gasnya, karena mereka melanggar surat imbauan bersama Walikota, MUI, Kemenag, soal larangan berbuka pada siang hari, pada jam 04.30-16.00. Dan Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pekat (penyakit masyarakat), dan Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang K3 (kebersihan, ketertiban dan keindahan),” ujar Awaludin, kepada Banten Raya.

Ia menyebutkan, enam rice cooker dan satu tabung gas itu didapat dari enam rumah makan di Kecamatan Cipocok, dan Kecamatan Curug. 

“Itu dari Citra Gading dua, Serang Hijau satu, Boru dua, dan Palima satu,” ucap dia.

Awaludin menjelaskan, rice cooker dan tabung gas yang berhasil disita itu untuk sebagai barang bukti. “Kalau mereka ke kantor kita suruh buat surat pernyataan supaya tidak buka di siang hari lagi,” jelasnya.

Baca juga

Buka di Siang Hari, Dua Rumah Makan Langsung Kena Gerebek Satpol PP Kota Serang

Sementara itu, Kabid PPHD dan Trantibum Satpol PP Kota Serang Tb Hasanudin menerangkan, kegiatan yanh digelarnya berdasarkan Peraturan Walikota Nomor Tahun 2017. Bahwa bilamana rumah makan buka di siang hari selama Ramadan akan ditindak.

Teguran pertama selama 7 hari. Teguran kedua 3 hari. Kalau sampai teguran kedua tidak juga diindahkan, maka disampaikan lagi surat teguran ketiga. Dikasih waktu selama tiga hari. Bilamana sampai tiga hari tidak juga mengindahkan, maka akan dilakukan eksekusi. 

“Eksekusinya berdasarkan Peraturan Walikota Nomor Tahun 2017 tentang Pekat, bahwa itu bisa dilakukan denda paksa. Denda paksa ini tidak harus melalui pengadilan. Dan uangnya bisa disetorkan langsung ke kas daerah,” terang Hasanudin. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp