DaerahKota Serang
Trending

Satu keluarga di Kota Serang Jadi Korban Sriwijaya Air, Kerabat Sudah Berfirasat Setelah Penerbangan Berkali-kali Ditunda

SERANG, BANTEN RAYA – Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang dikabarkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu diantara pulau Lancang dan Laki, Sabtu (9/1/2021). Peristiwa menyisakan duka yang mendalam bagi para keluarga korban yang menjadi penumpang pesawat tersebut. 

Tidak terkecuali kerabat dan keluarga korban atas nama Arneta Fauzi (41), Fao Nuntius Zai usia belum genap 1 tahun (laki-laki), Zurisya Zuar Zai 8 tahun (perempuan) dan Umbu Kristin Zai 2 tahun (perempuan). Mereka adalah warga Kompleks Taman Lopang Indah, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang. 

Salah seorang kerabat korban Ricky F Timporok mengatakan, salah satu firasat akan terjadinya musibah yang menimpa korban adalah jadwal keberangkatan yang tiga kali ditunda, karena beberapa alasan. Sejak Kamis (7/1/2021) dirinya mengetahui bahwa Arneta atau korban bersama anak-anaknya berencana mengunjungi suami yang  bekerja di Kalimantan Barat (Kalbar). 

Akan tetapi, penerbangan yang seharusnya dilakukan pada Jumat (8/1/2021) harus ditunda karena hasil swab test korban belum keluar dan kembali dijadwalkan akan terbang pada Sabtu (9/1/2021) pukul 07.00 WIB dengan pesawat Nam Air. Namun, dirinya kembali diberitahu bahwa penerbangan korban kembali ditunda hingga pukul 13.20 WIB dengan pesawat Sriwijaya yang kini jatuh tersebut. 

“Akhirnya Ibu Arneta berangkat dengan ketiga anaknya. Zurisya, Umbu, Fao,” kata Ricky, kepada Banten Raya, Minggu (10/1/2021).

Kekhawatiran buruk pun mulai menyerang Ricky dan keluarganya. Karena pesawat yang ditumpangi oleh Arneta bersama ketiga anaknya tak kunjung tiba di Kalbar. 

“Kita mulai bertanya-tanya kenapa kok ini enggak ada kabar dari Ibu Arneta. Biasanya dia sudah ngasih kabar kalau sudah sampai. Tapi kok ini enggak ada kabar,” ucap Ricky yang juga pendeta Gereja Mangga Dua Pantekosta Serang ini. 

Ia mengungkapkan, bahwa rasa cemas pun dirasakan oleh suami Arneta, Yaman Zai yang posisinya berada di Kalbar. Karena harusnya jika tidak ada aral melintang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang berangkat dari Jakarta-Pontianak akan sampai pada pukul 15.00 WIB.

“Suaminya, Pak Yaman nelpon ke kita, bagaimana kok Ibu Arneta enggak sampai-sampai. Seharusnya sampai di Pontianak jam 3 sore, ini udah hampir jam 6 sore belum sampai-sampai. Sementara Bandara Supadio itu kan kalau sudah jam 5 sudah sepi,” katanya menirukan ucapan Yaman. 

Ia beranggapan, dengan adanya penundaan berkali-kali pada rencana keberangkatan kerabatnya tersebut menjadi salah satu firasat atau pertanda bahwa seharusnya korban tidak perlu berangkat pada hari itu. Namun, Ricky tetap berharap terjadi mukjizat dan kabar terbaik dari para korban khususnya Arneta beserta anak-anak.

“Kita berharap ada mukjizat. Karena ini memang belum ada satu pun yang terdeteksi atau ditemukan. Kami berharap yang terbaik, kalaupun memang sudah ketentuan Tuhan sudah seperti itu ya kita serahkan (ikhlas),” katanya. (harir/doni)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: