Kota Serang
Trending

Satu Kilometer dari Kantor Walikota, Warga Lebak Indah Antre Cari Air Bersih

SERANG, BANTEN RAYA- Warga RW 05, Perumahan Lebak Indah, Kelurahan Terondol, Kecamatan Serang, Kota Serang, kesulitan untuk mendapatkan air bersih, padahal saat ini masih musim hujan. Penyebabnya, sumber airnya kering, sehingga sedotan mesin jet pumnya tidak keluar air. Akibatnya aktivitas kegiatan warga pun jadi terhambat.

Salah seorang ibu rumah tangga blok D22 RT 02/05 Perumahan Lebak Indah, Putri mengatakan, dirinya bersama warga lainnya terpaksa selalu antre saat mengambil air dari Musola Ar Rahmat di sekitar perumahannya, karena air di rumahnya kekeringan.

“Kita selalu ambil air di sini. Karena kan semua udah pake mesin yang besar. Kita masih mesin kecil, jadinya air gak keluar,” ujar Putri, ditemui saat antre air di Musola Ar Rahmat.

Ia mengaku mengambil air di Mushola Ar-Rahmat hampir tiap hari untuk kebutuhan untuk mencuci, kakus, mandi (MCK) dan masak.

“Kadang beli air isi ulang untuk masak atau untuk apa dan kadang juga minta sama tetangga,” ucap dia.

Putri mengungkap, tiap harinya saat kekeringan ini air di rumahnya baru bisa keluar saat tengah malam atau kadang-kadang menjelang dini hari dan itupun kadang keluarnya kecil. Untuk mengisi penuh torn membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam.

“Air keluar itu sekitar jam 12 malem hingga 4 atau sampai subuh. Itu pun airnya kecil dan susah penuh tornnya, namun kita terus ngisi dan kadang kita matiin untuk menghemat listrik juga,” ungkapnya.

Putri menjelaskan, karena di rumahnya menggunakan mesin jet pump biasa, otomatis berdampak besar terhadap pembayaran listrik di rumahnya yang tiap bulannya membengkak.

“Bayar listrik tiap bulan kadang Rp600 hingga Rp700 ribu. Kalau tidak dinyalakan mesin itu kita tidak punya air sama sekali. Untuk mengurangi biaya kita ambil di mushola dan air di rumah hanya digunakan buat cuci tangan dan cebok-cebok. Sedangkan jika fasilitas air di mushola digunakan buat nyuci, buat mandi,” jelasnya.

Ia berharap agar pemerintah memberikan bantuan karena dulu pernah mengajukan pengandaan jet pump namun hingga kini belum terealisasi.

“Pernah diajuin untuk membuat jet pump ke RT dan RW namun hingga kini belum terealisasi,” katanya.

Ketua RT 02, RW 05 Perumahan Lebak Indah, Nupuhan mengatakan, jumlah keseluruhan warga yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih di RW 05 tersebar di lima RT, mulai RT 01 sampai RT 05.

“Satu RT ada sekitar 23 KK yang kesulitan air, kalau lima RT berarti ada 115 KK, ” ucap Nupuhan.

Ia menjelaskan, kendati pun saat ini tengah musim hujan, namun warganya tetap kesulitan untuk mendapatkan air bersih air, karena sumber airnya sudah banyak berkurang alias kering.

“Jangan kan mesin Sanyo, yang mesin jet pum aja sudah tidak keluar airnya. Keluar airnya itu jam 01.00-05.00. Itu pun keluarnya kecil,” jelas dia.

Karena sebagian besar warganya masih banyak yang menggunakan mesin Sanyo dan jet pum, terpaksa warganya harus rela mengantre air bersih di Musola Ar Rahmat, sebab di Musola tersebut telah menggunakan mesin air Sibel, sehingga tarikan airnya kuat dan besar.

“Musim hujan aja kita sudah dapet air, apalagi musim kemarau, makin susah,” ketusnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 1994 silam di perumahannya pernah ada pemasangan pipa air dari Kabupaten Serang, namun sayangnya hingga kini air yang ditunggu tak kunjung mengalir ke perumahannya hingga sampai saat ini.

“Yang ada malah tukang jual air pake jeriken,” ungkap Nupuhan.

Kemudian, sambung dia, sekitar tahun 2010 lalu, almarhum Walikota Serang Bunyamin pernah mendatangkan investor dari Malaysia ke Kota Serang untuk pembangunan PDAB, karena kala itu persoalan utamanya adalah krisis air bersih. Namun setelah masa kepemimpinan diemban Walikota Tb Haerul Jaman rencana pembangunan PDAB tersebut tidak ada realisasinya sampai sekarang. Padahal izin untuk investasi sudah turun, namun permasalahannya apa belum terealisasi sampai sekarang.

“Harapannya kepada Pemerintah Kota Serang segera memberikan solusi kepada masyarakat khususnya warga Lebak indah RW 05,” pintanya.

 

Kasi Pemerintahan Kelurahan Terondol Mahfud membenarkan bahwa warga Perumahan Lebak Indah RW 05 sejak lama kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Persoalannya sumber airnya sudah berkurang, dan pakai jet pump pun sudah tidak bisa mengeluarkan air yang banyak. Sekarang warga Lebak Indah beralih ke mesin fleksibel itu bagi warga yang mampu,” kata Mahfud, ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Ia pun berharap ada solusi dari pemerintah daerah agar permasalahan warga RW 05 Lebak Indah dapat segera menemukan solusi.

“Solusinya meminta kepada pihak dinas terkait untuk minta bantuan pengeboran air bersih dengan mesin satelit, supaya terpenuhi air buat kebutuhan sehari-hari. Kasihan warga tengah malam sampai subuh harus nungguin air keluar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPRKP Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, tahun 2021 ini ada bantuan sambung air bersih yang perencanaannya melalui DPRKP (Perkim) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Namun program tersebut tahun ini sudah dialihkan dialihkan ke DPUPR Kota Serang.

“Tahun 2021 ini ada program DAK lagi tapi sudah pindah ke DUPR Kota Serang. Kalau tidak salah untuk sekitar 150 sambungan rumah tapi programnya untuk kawasan permukiman, belum mengarah ke masyarakat perumahan. Karena dianggapnya ini masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jadi tahun ini program itu adanya di PU,” jelas Iwan.

Ia mengusulkan agar masyarakat RW 05 Perumahan Lebak Indah mengajukan sambung air bersih melalui PDAB Tirta Madani Kota Serang.

“Itu pun kalau debit airnya mencukupi untuk produksinya. Coba koordinasi dulu ke PDAB. Bisa dimungkinkan tidak untuk di masyarakat perumahan,” kata dia.

Namun bila ternyata debit air PDAB mencukupi, maka untuk sambungan langganan (SL) bukan dari program pemerintah pusat, melainkan program PDAB.

“Tapi programnya pun beda, biayanya pun pasti beda. Karena pemasangan secara individu dengan pemasangan secara program pemerintah,” tegasnya. (harir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp