DaerahKota Serang
Trending

Sejak Lahir, Kota Serang Belum Punya Bumi Perkemahan

SERANG, BANTEN RAYA – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Serang Ahmad Saifullah bahwa hingga saat ini pihaknya belum memiliki bumi perkemahan (buper) permanen. Akibatnya, tiap kali mengadakan kegiatan kepramukaan, Kota Serang terpaksa harus menyewa dan berpindah-pindah tempat. 

Permintaan ini terungkap pada acara pembukaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II Tahun 2021 dan sekaligus pengukuhan pengurus Kwarcab Pergantian Antar Waktu (PAW) di Hotel Dwiza, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (1/4/2021).

Ahmad Saifullah mengatakan, untuk lokasi buper, pihaknya telah meminta izin kepada Pemkot Serang di Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Walantaka. Sebab di sana lahannya luas dan strategis. 

“Kami sudah meninjau ada sekitar 5 hektare. Informasinya 1.000 meter persegi untuk kantor kelurahan, untuk bupernya 4.000 mudah mudahan terwujud,” ujar Saifullah, kepada Banten Raya.

Selain itu, sambung dia, lahan untuk buper harus representatif. Pasalnya, untuk menggelar kegiatan perkemahan seperti lomba tingkat (LT) 1, LT2, dan LT3, sehingga harus dapat menampung banyak orang. 

“Jadi kalau kegiatan perkemahan lomba tingkat mengumpulkan banyak pangkalan SD maupuan SMP dari tingkat gugus sampai kabupaten kota, sehingga itu membutuhkan tanah yang luas,” jelas dia.

Saifullah mengungkapkan, sebelumnya jika mengadakan perkemahan, pihaknya harus menyewa lahan masyarakat dan lokasinya berpindah-pindah. 

“Selama ini di Kecamatan Walantaka. Walantaka itu tempat punya orang yah, jadi kita harus bayar per harinya dihitung. Di Cipocok di Kelurahan Tembong ada, kadang di Wulandira, Kabupaten Serang, tempatnya pindah-pindah itu yang sangat memberatkan,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, untuk buper lokasinya di Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan Walantaka. 

“Buper sudah ada lahannya tinggal koordinasi aja itu mah soalnya tanahnya sudah ada. Mudah-mudahan dengan digunakan untuk Buper lahannya ditata jadi semakin bagus,” kata Syafrudin.

Namun, sambung dia, lahan tersebut tidak bisa menjadi hak milik Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Serang. 

“Artinya warga Kwarcab bisa mengunakan aja tapi tidak memiliki gak bisa. Kalau pinjam pakai sampai kiamat juga bisa,” tegas dia. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp