DaerahKota SerangKota Tangsel
Trending

Sepakat! Tangsel Buang 400 Ton Sampah per Hari di Kota Serang

SERANG, BANTEN RAYA- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya jadi membuang sampah di Kota Serang. Ini setelah Pemkot Serang menyepakati kerjasama dengan Pemkot Tangsel terkait pembuangan dan pengolahan sampah sementara. Dengan durasi kontrak 3 tahun dan daya tampung sampah mencapai 400 ton per hari.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama Momerandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak, di Hotel Le Dian, Ciceri, Kota Serang, Jumat (22/1/2021). 

Walikota Serang Syafrudin mengungkapkan, usai penandatanganan MoU ini akan ditindak lanjuti dengan perjanjian kerjasama (PKS) antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dengan DLH Kota Tangsel.

“Hanya memang nilainya ada di PKS nanti. Kalau MoU ini secara umum, secara spesifikasi adanya di PKS,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Tangsel telah menyetujui keinginan Pemkot Serang terkait pengajuan perbaikan infrastruktur pelebaran jalan, alat berat, retribusi dan kompensasi dengan kisaran Rp48 miliar. 

“Itu sudah dibicarakan secara lisan nilai yang pernah kami disampaikan itu sudah di-ACC. Kalau tidak salah untuk retribusi 28 nilanya,” ungkapnya.

Syafrudin mengungkapkan, TPSA Cilowong masih bisa menampung sampah dari Tangsel sebanyak 400 ton per hari dan tidak akan mengganggu pengolahan sampah baik dari Kota Serang maupun dari daerah lainnya. Sebab lokasi tersebut terbilang cukup luas yakni 12 hektare. “Jadi itu tidak seberapa karena lokasi kita itu 12 hektare, 2 hektare untuk air lindi. Jadi masih 10 hektare,” terang dia.

Meski tidak diolah, sambung dia, sampah tersebut dipastikan tidak akan habis dan masih bisa menampung hingga 3 tahun mendatang. Dengan catatan ada pembelian lahan sekitar 5 hektare di perubahan kerjasama tersebut.

“Kalau umpamanya ada pembelian lahan 5 hektare di perubahan nanti, jadi 400 ton per hari itu disimpan 5 hektare itu. Tiga tahun tidak bakal habis, masih bisa menampung,” katanya.

Syafrudin mengklaim bahwa hingga saat ini belum ada gejolak dari masyarakat setempat terkait penolakan sampah dari Tangsel. Sebab pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

“Hanya memang ada permintaan dari masyarakat yang dilewati itu infrastrukturnya dibenahi yang di Cikoak, jadi jalannya dari belakang,” jelasnya.

Walikota Serang Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, MoU dengan Kota Serang tidak hanya dibidang lingkungan hidup, akan tetapi bidang pendidikan, kesehatan, PU, UMKM, dan lainnya. Namun untuk fokus yang pertama adalah bidang lingkungan hidup yakni perihal persampahan.

Dari beberapa kali tahapan, pihaknya meminta pendampingan dengan BPKP Provinsi Banten, sebab ada regulasi yang mengatur terkait MoU ini semua. Mulai dari tarif yang dikeluarkan, dan beberapa pergeseran anggaran untuk yang lainnya. “Tentu kita ingin benar secara aturan, dan kita sangat berharap bahwa namanya kerjasama harus sama-sama saling menguntungkan,” ungkap Airin.

Ia menyebutkan, jumlah volume sampah yang dihasilkan di Kota Tangsel kurang lebih 800 ton per hari. Meski begitu, tidak semua sampah tersebut akan dibuang ke Ibukota Provinsi Banten. “Itu pun fluktuatif bisa 300 ton, bisa 350 ton batas akhir mungkin 400 ton,” ucap dia.

Adapun untuk teknis pengangkutannya, pihaknya akan melakukan dengan pihak ketiga, dan sesuai regulasi perundang-undangan yang ada. “Dan mudah-mudahan bisa kita sambil cek kelayakannya apakah bisa lewat jalan tol atau tidak, mudah-mudahan ini bisa kita lakukan bersama-sama,” tuturnya. (harir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp