DaerahEkonomi & BisnisHukum & KriminalKota Serang
Trending

Sepi Pembeli Gara-gara Covid, Tukang Mie Ayam Nekat Jual Sabu

SERANG, BANTEN RAYA – Beralasan sepi pembeli akibat pandemi Covid-19, Ag (39), tukang mie ayam, warga Lingkungan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, nekat jualan narkotika jenis sabu-sabu. Pelaku ditangkap saat bertransaksi di parkiran minimarket di Lingkungan Benggala, Kelurahan Cipare, Kota Serang.

Kasat Narkoba Polres Serang Iptu Shilton mengatakan, penangkapan terhadap pengedar sabu ini berawal dari informasi masyarakat bahwa akan terjadi transaksi narkoba di parkiran mini market Benggala pada Sabtu (3/4/2021) dini hari.

“Kita langsung bergerak dan melihat pelaku yang tengah menunggu konsumen. Pelaku kita tangkap sekitar jam 3 pagi,” katanya kepada Banten Raya, Selasa (6/4/2021).

Menurut Shilton, saat penangkapan, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 1 paket sabu. Namun pelaku sempat mengelabui petugas dengan cara membuang paket sabu-sabu seharga Rp300 ribu tersebut.

“Awalnya, dia berusaha membuang satu paket sabu yang dipegangnya namun berhasil kita ketahui,” ujarnya.

Shilton menambahkan, dari pengungkapan itu, petugas langsung melakukan pengembangan ke rumahnya di Linkungan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, untuk mencari barang bukti lainnya.

“Dari penggeledahan di rumahnya, kami juga menemukan 4 paket sabu lainnya dalam dompet yang ada di samping tempat tidur. Jadi total barang bukti ada 5 paket dengan total berat 8,42 gram,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan, Shilton menambahkan, sabu yang dijualnya tersebut didapat dari seorang pria asal Kwitang, Jakarta. Pihaknya memastikan akan terus mengembangkan pengungkapan penyalahgunaan narkoba tersebut.

“Pelaku mengaku sabu itu di pesan melalui telepon. Setelah melakukan transaksi, dia jemput pesanannya di pinggir jalan di daerah Cilincing, Jakarta Utara,” tambahnya.

Pelaku akan dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling rendah 15 tahun penjara. “Masih dikembangkan. Ada kemungkinan jaringan Ag ini bisa diungkap,” tegasnya.

Sementara itu, Ag mengaku sudah tiga bulan menggeluti bisnis narkoba tersebut dengan alasan pemasukan dari jualan mie semakin kecil pasca terjadi pandemi virus korona. “Bisnis mie ayam saya tidak menjanjikan lagi karena sepi, makanya saya jual narkoba. Sudah tiga bulanan, ” katanya. (darjat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp