DaerahEkonomi & BisnisKota SerangLebak
Trending

Sepi Penumpang Karena Larangan Mudik, Sopir Elf Terpaksa Ngutang Demi Bertahan Hidup

SERANG, BANTEN RAYA – Sejumlah sopir elf jurusan Serang-Malingping mengaku mengalami kesulitan ekonomi pasca pemberlakukan larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah.

Sebab, kebijakan tersebut membuka mereka sulit mendapat penumpang. Untuk bertahan hidup, mereka terpaksa mencari utangan. 

Salah seorang sopir Elf jurusan Serang-Malingping di Terminal Pakupatan Kota Serang Sadam mengatakan, jumlah pemudik yang hendak bertolak ke Malingping sangat sedikit. Bahkan lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. 

“Yang mudik sekarang sepi. Parah benar. Lebih parah dari pada tahun kemarin,” ujarnya, Kamis (13/5/2021).

Ia mengungkapkan, penumpang dari Terminal Pakupatan turum hingga 75 persen. Jumlah penumpang lebih rendah dibanding tahun lalu yang hanya mengalami penurunan sebesar 50 persen. 

“Tahun ini sekitar 25 persen ke bawah penumpangnya, kalau tahun kemarin 50 persen ada,” kata Sadam yang sudah menjadi sopir elf trayek Serang-Malingping selama 20 tahun ini.

Ia mengaku, sebelum pemberlakuan larangan mudik, dirinya bisa mengangkut hingga seribuan penumpang. Padahal ongkosnya masih standar di kisaran Rp 0 ribu hingga Rp70 ribu.

BACA JUGA: Efek Pelarangan Mudik, Terminal Pakupatan Sepi

“Paling jago 500 penumpang dari sebelum pemberlakuan larangan mudik hingga pelarangan mudik oleh pemerintah. Biasanya ribuan,” ungkapnya.

Menurutnya, sepinya penumpang ini sangat berdampak terhadap pendapatannya. Saat ini paling banyak dia hanya bisa membawa penumpang 3 hingga 4 penumpang. Kini demi bertahan hidup, dirinya terpaksa utang ke warung untuk makan. 

“Pendapatan saya nol sekarang. Boro-boro untuk biaya solar. Makan saja ngutang ke warung,” tuturnya pilu. (doni)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp