DaerahKota Serang

Sering Terjadi Pencurian, OTK Jadi Sasaran Amuk Massa

SERANG, BANTEN RAYA – Maraknya aksi pencurian di Lingkungan Kabul, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang meresahkan masyarakat sekitar. Akibatnya, orang tak dikenal (OTK) jadi sasaran amuk massa karena dicurigai sebagai pelaku kejahatan.

Kapolsek Cipocok Jaya Kompol Agus Suprianto membenarkan adanya warga yang jadi korban amuk massa karena dicurigai sebagai pelaku pencurian. Korban atas nama Edi Hariyadi (24), warga Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang. “Korban kita bawa ke RS Bhayangkara dalam kondisi babak belur (diamuk massa),” katanya kepada Banten Raya, Selasa (15/12/2020).

Agus menjelaskan, alasan warga main hakim sendiri lantaran Lingkungan Kabul sering terjadi pencurian. Tercatat sudah ada 4 kali laporan warga yang rumahnya dimasuki pencuri.

“Sebelum kejadian ada warga atas nama Rainan kehilangam uang Rp10 juta. Seminggu kemudian Rainan kembali kehilangan HP. Selanjutnya ada rumah milik Dian dan Hendra juga dimasuki pencuri, namun belum ada yang diambil,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, awal mula terjadinya amuk massa bermula saat Edi bersama temannya datang ke Lingkungan Kabul pada Minggu (13/12/2020) dini hari. Warga yang melihat keduanya sempat mendatangi keduanya, namun warga Gunung Sari itu langsung meninggalkan warga.

“Karena sering ada pencurian, kemudian warga menggelar ronda malam. Saat itu warga melihat korban naik motor berhenti tak jauh dari rumah Raihan,” ungkapnya.

Agus menambahkan, beberapa jam kemudian keduanya kembali ke lokasi dan warga kembali melihatnya. Seketika itu warga langsung bergerak menyergapnya. Namun satu orang berhasil melarikan diri. “Dia dibawa ke pos ronda kemudian diamuk warga. Kami ke lokasi sekitar pukul 03.30, namun korban sudah babak belur,” tambahnya.

Agus menjelaskan, meski tidak ada bukti kejahatan di dalam motor milik warga Gunung Sari itu, ditemukan obeng yang diduga alat kejahatan. Namun warga tidak ada yang bisa membuktikannya. “Karena tidak ada bukti, dan setelah dilakukan musyawarah dengan keluarga (Edi), setelah mendapatkan perawatan akhirnya dia kami perbolehkan pulang,” jelasnya.

Warga sekitar Sobri membenarkan adanya warga yang diamuk massa karena dicurigai sebagai pelaku kejahatan. Selama ini masyarakat resah karena sudah beberapa kali rumah warga disatroni pencuri. “Emang enggak ada barang bukti, cuma warga curiga,” katanya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp