DaerahEkonomi & BisnisKota Serang
Trending

Setelah Cabai, Harga Tomat Sekarang Ikut Naik Hingga 2 Kali Lipat, Ini yang Jadi Biang Keroknya

SERANG, BANTEN RAYA- Lantaran curah hujan yang relatif tinggi, harga sejumlah bahan-bahan masakan di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mengalami kenaikan cukup signifikan. Salah satunya tomat yang kini harganya naik hingga dua kali lipat. 

Pantauan Banten Raya, harga tomat yang semula hanya kisaran Rp4-5 ribu per kilogram, kini mencapai Rp10 ribu per kilogram. Harga tomat berpotensi bakal mengalami kenaikan, terlebih menjelang Ramadan 1442 Hijriyah sudah semakin dekat.

Seperti diketahui, sebelumnya harga cabai rawit merah sudah lebih dulu naik. Komoditas yang identik dengan rasa pedas itu memiliki harga sempat menembus Rp140.000 per kilogram.

Salah seorang penjual sayur mayur di PIR Kota Serang Iyan mengatakan, kenaikan harga tomat hingga dua kali lipat tersebut sudah berlangsung selama sepekan. Kenaikan harga tomat tersebut, cukup berdampak pada tingkat penjualan yang cenderung menurun dibandingkan sebelum ada kenaikan. 

“Biasanya kan hanya Rp4-5 ribu aja sekilonya, tapi udah seminggu ini jadi Rp10 ribu sekilo. Mungkin karena hujan jadi tomatnya jelek,” ujarnya, Rabu (17/3/2021).

Ia berharap, harga tomat dapat segera kembali normal, sehingga pembeli maupun penjual tidak lagi terbebani. 

“Karena kalau tomat kan beda ya, enggak kayak cabai atau bawang yang harus ada di makanan atau masakan. Kalau tomat mahal ya mereka lebih milih tidak beli,” jelasnya. 

Salah seorang pembeli Hani Fitriyani mengaku terbebani dengan adanya kenaikan harga tomat. Sebab dengan kondisi ekonomi yang tengah menurun, harga tersebut dirasa terlalu berat, karena banyak komoditi yang harus ia beli. Namun demikian, Hani tetap membelinya karena buah tomat untuk bahan campur penyedap rasa masakan.

“Ya gimana, kalau kalau sambal atau sayur gak pake tomat kan kurang sedap. Makanya saya tetap beli aja,” tutur Hani.

Akan tetapi, lanjut Hani, ia terpaksa mengurangi porsi konsumsi tomat dalam setiap masakan dan makanannya untuk mengurangi pengeluaran belanja. Hani menyiasatinya dengan menggunakan banyak tomat saat membuat sambal, terlebih harga cabai rawit merah pun saat ini masih mahal.

 “Udah cabai rawit merah masih mahal, eh tomat juga ikut-ikutan naik. Pusing ngebagi uang belanjanya,” katanya. (harir/rahmat)

Baca juga

Sebulan Jelang Ramadan Harga Cabai Rawit Merah Lebih Mahal dari Daging Sapi, Kini Sudah Tembus Rp140.000 per Kg

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp