DaerahKota Serang
Trending

Soal Kerja Sama Buang Sampah dengan Tangsel, Organisasi Persampahan Ancam Gugat Pemkot Serang

SERANG, BANTEN RAYA- Organisasi persampahan memberikan peringatan keras kepada Pemkot Serang dalam rencana kerjasama dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang akan mengirimkan sampah ke Kota Serang. Mereka mewanti-wanti agar Pemkot Serang menjalankan kerjasama ini sesuai dengan tahapan dan aturan yang berlaku. Bila tidak, mereka siap melakukan gugatan ke pengadilan.

Direktur Bank Sampah Sungai Cisadane Ciujung (Bangsasuci) Foundation Rochman Setiawan mengatakan, ia khawatir kerja sama itu akan menabrak Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Persampahan. Sebab dalam aturan itu, pihak yang bisa menggugat adalah organisasi persampahan.

“Semua harus dijalankan dengan baik sesuai tahapan dan aturan kalau tidak kami pasti akan menggugat ke pengadilan,” kata Rochman saat diskusi publik bertajuk Sampah: Peluang dan Masalah, yang digelar di Cafe Umekite, Taktakan, Minggu (31/1/2021).

Ia mengatakan, Walikota Serang seharusnya duduk dengan Pemprov Banten, Kabupaten Serang, dan DPR RI dapil Kota Serang. Itu agar bisa mendapatkan bantuan untuk perbaikan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong. Jangan dahulu menerima sampah dari daerah lain bila pengelolaan sampah di Cilowong sendiri belum beres.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto mengatakan, semua tahapan sampai saat ini dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Terkait adanya penolakan dari masyarakat, ia mengakui bahwa sejauh ini belum melakukan sosialisasi masif terhadap seluruh komponen. Sebab, masih ada tahapan-tahapan teknis yang belum selesai dilakukan. 

Namun secara terbatas dia pernah mengundang sejumlah tokoh masyarakat Cilowong untuk datang dan berdiskusi mengenai rencana kerjasama antara Pemkot Serang dengan Pemkot Tangsel tersebut.

Ipiyanto mengatakan, ada keuntungan dari kerjasama dengan Pemkota Tangsel karena mereka memberikan bantuan keuangan yang kesemuanya akan diarahkan demi perbaikan TPAS Cilowong. Sebab Ipiyanto mengaku tidak ingin lagi ada musibah khususnya longsor yang terjadi di TPAS Cilowong.

Pengalaman longsor pada 2019 menyebabkan jatuhnya korban jiwa warga sekitar, harus menjadi peringatan bahwa TPAS Cilowong harus benar-benar dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah yang aman. Sementara ini ketika ia ingin menata Cilowong, ia tidak pernah mendapatkan dukungan anggaran, baik dari Pemprov Banten bahkan anggota DPR RI. Ia mengaku sudah beberapa kali bertemu dan menyampaikan aspirasinya namun semuanya berakhir nol.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pembahasan kerja sama sampah belum sampai ke DPRD karena DPRD belum diminta persetujuan. Ia juga meminta DLH melakukan kajian mengenai kerjasama itu. 

“Kalau akan benar terjadi kerja sama ini harus benar-benar menguntungkan,” katanya. 

Budi melihat selama ini ada kekurangan yang dilakukan Pemprov Banten dan Pemkab Serang sebagai dua lembaga yang membuang sampah ke Cilowong. Keduanya hanya membayar retribusi sampah, tetapi tidak memberikan dukungan anggaran bagi perbaikan dan penataan Cilowong. Sehingga ketika ada daerah yang ingin membantu diambil kesempatan ini guna perbaikan Cilowong.

“Provinsi tidak pernah memberikan bantuan ke Cilowong. Kabupaten Serang juga tidak ada bantuan (hibah). Cilowong tidak akan bisa dibenahi kalau tidak diberikan bantuan,” katanya. (tohir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp