DaerahEkonomi & BisnisKota Serang
Trending

Taman Sari Bakal Direvitalisasi, Pedagang Ogah Direlokasi

SERANG, BANTEN RAYA- Pedagang Taman Sari, Kota Serang keberatan jika harus direlokasi ke tempat lain. Mereka khawatir dagangannya tidak laku karena kehilangan pelanggannya.

Penolakan timbul menyusul adanya rencana Pemkot Serang yang akan merevitalisasi Taman Sari pada tahun ini. Pemkot telah menyiapkan tempat relokasi pedagang Taman Sari di Pasar Lama dan Pasar Kepandean.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Taman Sari Iis mengaku, keberatan dengan rencana Pemkot Serang tersebut. Sebab jika direlokasi maka dirinya akan kehilangan pelanggannya.

“Sangat keberatan kalau dipindah mah.
Alasannya kalau di Pasar Lama sudah banyak yang punya lapak-lapaknya. Nanti kalau kita ke sana bisa kelabakan dan kalau di Kepandean enggak rame kayak di sini. Kalau di sini pembeli yang dari Cimuncang, Benggala, Kebon Sayur, pada jalan kaki kesini. Kalau dipindah ke Kepandean jauh,” ujar Iis, ditemui di tokonya di Pasar Pagi Taman Sari, Kamis (3/6/2021).

Ia mengaku, bahwa dirinya dulu sempat berdagang di Pasar Lama dan Kepandean, namun tidak bertahan lama lantaran sepi pembeli, akhirnya kembali lagi dan berjualan di Pasar Pagi Taman Sari.

Lantas Iis pun mengusulkan kepada Pemkot Serang lebih baik menata Pasar Taman Sari agar menjadi lebih tertata, ketimbang merelokasi para pedagang ke pasar lain. Sebab jika hal itu dilakukan, maka para pedagang akan kesulitan mendapatkan mata pencahariannya.

“Masyarakat pengennya sudah saja jadiin pasar. Dikelola dengan baik. Dibuat dengan cara rapi. Kasihan pedagang-pedagang yang kecil. Jangan disuruh berpindah-pindah, nanti acak-acakan lagi,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berjualan di Pasar Pagi Taman Sari sejak empat tahu lalu.

“Tadinya di luar, terus pindah ke dalam. Tempatnya juga di sini enggak gratis. Saya bayar sewa tempat Rp 50 ribu – Rp 100 ribu per bulan. Bayar listrik Rp 150 ribu perbulan. Belum uang kebersihan ada empat orang masing-masing Rp 2.000,” ungkap Iis.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopperindag) Kota Serang Um Rochmat Hidayat membenarkan, bahwa para pedagang di Pasar Pagi Taman Sari akan direlokasi ke Pasar Lama atau Pasar Kepandean. Hal itu dilakukan karena Taman Sari tahun ini akan direvitalisasi. Namun pihaknya belum dapat memastikan kapan para pedagang akan mulai direlokasi.

“Kita belum sowan ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Maksudnya begini, begitu kita arahkan ke sini langsung ke Kepandean langsung berbarengan. Nah kalau kita pindahin dulu nanti lama lagi. Sementara kita belum sowan. Tapi kayaknya udah masuk lelang,” ujar Rochmat.

BACA JUGA: Revitalisasi Banten Lama Tak Dongkrak Ekonomi Warga

Meski demikian, ia mengaku telah menyiapkan tempat untuk sekitar 180 pedagang Pasar Pagi Taman Sari di Pasar Lama dan Pasar Kepandean.

“Taman Sari bukan Pasar, itu pasar pagi doang, cuman pada keenakan. Sama kayak yang di Royal juga itu karena jam operasional dari jam 4 subuh sampai jam 10. Cuman pada ditinggalin pada diinepin dagangannya di situ. Kalau sudah begitu ranahnya Satpol PP,” jelasnya.

Terkait adanya penolakan dan keberatan dari pedagang, menurut Rochmat hal itu sudah wajar.

“Ada yang pro dan kontra itu biasa. Kalau yang pro mah bilangnya bagaimana pemerintah. Kalau sudah lelang, nanti ada sosialisasi dulu dari DLH dan Dinkopperindag,” ujarnya. (harir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp