DaerahKota Serang

Tempat Pengolahan Sampah yang Tak Bau Sampah

Mengunjungi TPS 3 R Bio Konversi BSF Indonesia Kota Serang 1-2 (Bersambung)

Komunitas Pegiat Pecinta Lingkungan (Pepeling) mengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3 R reduse reuse recycle di Sepang menjadi sebuah Bio Konversi BSF Indonesia Kota Serang. Meski menjadi tempat pengelolaan sampah, namun anehnya tempat sampah yang berlokasi di Griya Sukses Lingkungan Sepang RT 5 RW 6 Kelurahan Sepang, Kecamatan Serang, Kota Serang, ini tidak bau sampah!

M TOHIR – Kota Serang

TPS 3 R Bio Konversi BSF Indonesia Kota Serang cocok sebagai tempat edukasi pengelolaan sampah organik, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Pasalnya selain tidak ada bau sampah di tempat ini juga merupakan tempat yang bersih, indah, dan nyaman.

“Tempat sampah harus menarik dan bersih,” kata Ketua Komunitas Penggiat Pecinta Lingkungan (Pepeling) Dudi Apriliadi yang mengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3 R di Sepang.

Dudi bercerita, rahasia tidak adanya bau sampah di tempat pengelolaan sampah ini, seperti halnya pada tempat pengolahan sampah lain, adalah ada pada BSF alias black soldier fly atau lalat tentara hitam. Sampah yang dimakan oleh BSF tidak akan menimbulkan bau karena kotoran dari BSF akan berupa pupuk organik kering.

Pengunjung bisa belajar bagaimana proses pengolahan sampah organik di tempat ini dari mulai pemilahan sampah, pemberian makan maggot, sampai pemilahan kotoran maggot yang akan menjadi pupuk organik kering. Selain itu, proses pengembangbiakan maggot mulai dari telur, menjadi bayi larva, menjadi larva dewasa, menjadi prepupa, menjadi pupa, berubah menjadi lalat, kawin, dan sampai menelur kembali.

Di tempat ini, pengunjung juga bisa melihat sejumlah itik yang sengaja dipelihara dan diberi pakan maggot. Adapun itik yang dipelihara yaitu ayam dan bebek. Ke depan akan ada juga burung dan itik jenis lain. Kotoran yang dihasilkan itik juga tidak berbau. Lagi-lagi rahasianya ada pada BSF. Sehingga kotoran itik yang dimakan maggot akan berubah menjadi pupuk sebagaimana sampah organik yang menjadi pupuk setelah disantap oleh maggot.

Saat ini di TPS 3 R terdapat 28 bak biopond berisi maggot. Dalam setiap 1 bak berisi 35 kg maggot dan setiap 1 bak membutuhkan 350 kg sampah organik. Sebab setiap 1 kg maggot membutuhkan 10 kg sampah. Dengan cara seperti ini, maka TPS 3 R juga membantu menangani masalah sampah organik.

Dengan pengelolaan sampah organik menggunakan BSF maka bisa mendukung gerakan nol sampah atau zero waste karena sampah yang ada berubah menjadi pupuk dan pupuk bisa diaplikasikan sebagai bahan penyubur tanaman. (*)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: