DaerahEkonomi & BisnisKesehatanKota Serang
Trending

Temukan Pelanggaran Terkait Prokes di MOS, Walikota Serang Ambil Tindakkan Ini

SERANG, BANTEN RAYA- Walikota Serang Syafrudin menemukan pelanggaran kecil terkait protokol kesehatan (prokes) saat monitoring di Mall of Serang (MOS), Kamis (6/5/2021). 

Monitoring dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung di pusat perbelanjaan yang berlokasi dekat Gerbang Tol Serang Timur itu. Terlebih mendekati puncak Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Syafrudin mengakui, bahwa masih ditemukan pelanggaran-pelanggaran kecil di antaranya tidak adanya pengumuman pemberitahuan kepada pengunjung agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan saat berada di dalam mall.

“Ada pelanggaran kecil. Pertama tadi saya lihat keliling-keliling tidak ada pengumuman pemberitahuan prokes buat pengunjung. Pengumuman ini penting, ke depan harus diperbaiki. Jadi pengumuman informasi itu setiap 10 menit harus disampaikan kepada masyarakat, supaya mereka menerapkan prokes,” kata Syafrudin, usai monitoring.

Selain itu, berdasarkan pantauan Banten Raya ditemukan antrian pengunjung di salah satu tenant restoran di lantai satu terlalu rapat. Sehingga menimbulkan kerumunan massa. 

Tak hanya itu, pengecekan suhu menggunakan thermo gun terhadap pengunjung durasinya terlalu cepat. Sehingga tidak diketahui hasil dari cek suhu setiap pengunjung tersebut. “Tadi saya dicek lama. Nanti saya tegur,” kata Syafrudin.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang itu mengungkapkan, pada 1 Mei 2021 terjadi lonjakan pengunjung di MOS. Lonjakan itu terjadi karena libur nasional. Bahkan lonjakan tersebut sempat menjadi atensi pemerintah pusat.

“Makanya untuk antisipasi (menjelang Lebaran) kami hari ini (kemarin-red) hadir di sini supaya pengusaha MOS, sebelum Minggu akhir supaya pengusaha ini mengerti bahwa aturan pemerintah pada saat ini membatasi kunjungan untuk belanja,” ujar Syafrudin.

BACA JUGA: Mutasi Covid-19 Strain Baru dari India Sudah Masuk ke Banten

Menurut dia, secara umum pihak MOS telah menerapkan prokes, mulai dari pengecekan suhu thermo gun, penyediaan tempat cuci tangan, memakai masker dan berjaga jarak, sehingga pengunjung pada hari ini masih bisa diatur. 

Ia menegaskan, bahwa pihaknya tidak melarang pusat perbelanjaan beroperasi, selama mengikuti aturan prokes. Oleh karena, seluruh pusat perbelanjaan harus mengikuti ketentuan tersebut tanpa terkecuali.

“Setelah kami pantau hari ini Alhamdulillah masih sesuai standar prokes. Jadi baik di dalam maupun di luar, kami melihat tidak berjubel. Tapi enggak tahu kalau Jumat, Sabtu dan Minggu, itu hari libur, nanti kami pantau lagi,” katanya.

Syafrudin pun menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang pusat perbelanjaan beroperasi, selama mengikuti aturan prokes.

“Jadi kami tidak melarang atau menutup MOS apabila mengikuti aturan pemerintah. Tapi kalau tidak mengikuti aturan kami akan tutup. Kalau melebihi 50 persen Kita akan tegur,” ancamnya. 

Sementara itu, Manager Gedung MOS Wishnu Rudolf Fernandez mengatakan, pihaknya siap memperbaiki kekurangan-kekurangan fasilitas dan lebih memperketat prokes baik terhadap seluruh pengunjung maupun tenant.

BACA JUGA: Pemkot Serang Larang Warga Bukber Ramadan

Terkait pengecekan suhu thermo gun bagi pengunjung, ia menjelaskan bahwa pengecekan tidak dilakukan berlama-lama karena untuk mengantisipasi terjadi antrean panjang. “Ya nanti kita koreksi,” akunya.

Wishnu menyebutkan, kapasitas MOS bisa menampung sebanyak 20.000 pengunjung. Namun sekarang jumlah pengunjung belum mencapai 50 persen. 

“Jadi per jam itu sebenarnya 1.700 sampai 2.000 pengunjung,” ucap dia.

Ia mengaku, bahwa operasional MOS dimulai pukul 11.00-21.00. Rata-rata lama-lama pengunjung dua hingga tiga jam. 

“Biasanya puncak-puncak jelang buka puasa. Operasional dibuka jam 11.00-09.00 masih mengikuti aturan pemerintah. Ada kita punya tim satgas Covid-19 internal yang selalu patroli termasuk di daerah food court,” jelasnya. (harir/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp