DaerahKota CilegonKota SerangSerang
Trending

Tenang! Stok Beras di Bulog Serang Cukup Sampai 8 Bulan

SERANG, BANTEN RAYA – Bulog Cabang Serang memastikan stok beras untuk di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, aman hingga delapan bulan kedepan. Sebab stok beras yang tersedia di Bulog sampai saat ini ada 3.541 ton. Hal ini dikatakan Pimpinan Bulog Kantor Cabang Serang Budhi Indrawan.

“Total ada 3.541 ton. Stok ini cukup sampai 8 bulan kedepan,” kata Budhi, dihubungi Banten Raya, via ponselnya, Jumat (26/3/2021).

Ia mengungkapkan, 3.541 ton beras itu merupakan pengadaan beras stok lama yang diperoleh dari petani lokal dan impor.

“Beras yang tersedia 3.541 ton itu stok lama tahun 2018. Itu beras dalam negeri dan luar negeri. Tahun ini belum serap beras. Itu beras medium,” ucap dia.

Budhi menjelaskan, asumsi penyaluran beras untuk di tiga kabupaten kota yakni, Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, dikisaran 400-500 ton beras perbulan. 

“Kalau dulu asumsinya penyaluran berdasarkan raskin,” jelasnya.

Budhi menuturkan, pihaknya pun sejak awal tahun 2021 sudah melakukan penyerapan gabah kering giling (GKG) dan gabah kering panen (GKP) dari wilayah Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang. Hal itu guna menyelamatkan harga gabah yang kini harganya makin anjlok yakni Rp 3.500 perkilogram (kg).

“Sampai dengan hari ini kami sudah menyerap gabah kering giling (GKG) sebanyak 1.210 ton,” tutur Budhi.

Ia mengaku penyerapan gabah dari petani masih terus dilakukan sepanjang tahun ini. Budhi menyebutkan, untuk harga GKG sendiri Bulog menerima dengan harga Rp 5.300 per kg.

“Dan sekarang masih berlanjut. Kami masih menyerap gabah sepanjang tahun ini. Kita terima harga 5.300 GKG (gabah kering giling) di gudang bulog,” tandas dia.

Sementara itu, Kasi Pengadaan dan Operasional Bulog Cabang Serang Rizal mengatakan, GKG tersebut didapatkan melalui mitra kerja Bulog, satuan kerja (satker), dan Poktan di wilayah kerjanya yakni Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang.

“Kalau Bulog dengan Mitra Kerja. Kami juga langsung ke gapoktan-gapoktan. Dan siap menerima GKG dari Gapoktan. Mudah-mudahan dengan Bulog menyerap harga GKG gak anjlok,” kata Rizal.

Ia menjelaskan, target pembelian gabah dari petani tahun ini sebanyak 7.300 ton GKG (gabah kering giling) atau setara beras. Namun stok gabah yang ada di Bulog saat ini adalah Rp 1.210 ton setara beras. 

“Kita upayakan di bulan Maret sampai Juli mudah-mudahan tercapai target. Lihat perkembangan aja belum bisa tercapai atau tidak, tapi harusnya tercapai karena harga gabah kan lagi turun,” jelas dia.

Karena itu, sambung dia, jika petani yang ingin menjual gabah kering giling (GKG) atau gabah kering panen (GKP) ke Bulog, maka harus mengikuti aturan standarnya. Untuk GKG itu harga standarnya Rp 5.300 per kilogram. Kadar air maksimalnya 14 persen, dan hampanya 3 persen. Sedangkan GKP standarnya Rp 4.200 per kg, kadar airnya maksimal 25 persen, hampa kotorannya 10 persen. 

“Tapi kalau untuk GKP Poktan bisa menjual ke Bulog dengan salah satu persyaratan administrasinya harus ada rekomendasi dari dinas pertanian. Karena itu persyaratan menjadi mitra Bulog,” tandasnya. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp