DaerahHukum & KriminalKota Serang
Trending

Terlibat Kasus Demo, Mahasiswa Bayar Denda Pakai Uang Koin

SERANG, BANTEN RAYA- Terpidana kasus kejahatan ketertiban umum pada aksi mahasiswa menolak Undang-undang (UU) Cipta Kerja di Kota Serang pada 6 Oktober 2020 lalu, Ohan Aidin Faizin didampingi kuasa hukum dan mahasiswa menyerahkan denda berupa uang koin sebesar Rp700 ribu ke Kejari Serang. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dengan keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang.

Kuasa hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten Abda Oe Bismilahi mengatakan, kedatangannya ke Kejari Serang yaitu untuk membayar denda sesuai dengan putusan pengadilan.

“Kita membayar dan menyetorkan denda yang dijatuhi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang pekan lalu, sebesar Rp700 ribu dalam bentuk pecahan koin,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (15/4/2021).

Menurut Abda, denda yang disetorkan ke Kejari Serang merupakan hasil kolektif dari, ratusan mahasiswa di beberapa kampus yang berada di Kota Serang, Cilegon, serta masyarakat yang simpati atas putusan pengadilan.

“Dari semua elemen masyarakat sipil dari berbagai kampus, seperti Untirta, Unsera, UIN SMH, dan serikat buruh, dan serikat tani, melakukan gerakan solidaritas untuk mengumpulkan uang koin,” ujarnya.

Abda mengungkapkan, pembayaran denda dengan uang koin tersebut, sebagai bentuk rasa kekecewaan terhadap putusan pengadilan yang dianggap tidak adil kepada mahasiswa.

“Kami kecewa, putusan pengadilan tingkat pertama tidak mencerimkan keadilan substantif, mengesampingkan fakta-fakta hukum dan persidangan, hanya melihat secara formal hukum, tidak ada rasa keadilan,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU, berawal saat DPR RI mengesahkan UU Cipta Kerja atau UU Omnimbus Law pada tanggal 5 Oktober 2020 banyak elemen masyarakat menolak UU tersebut dan meminta DPR RI dan presiden mencabut UU tersebut, sehingga melakukan aksi unjuk rasa di beberapa daerah hingga menimbulkan gejolak.

Pada tanggal 6 Oktober 2020, terdakwa bersama dengan beberapa mahasiswa gabungan dari (UIN) Sultan Maulana Hasanudin, Untirta, STIE Al Khairiyah, Unbaja menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus (UIN) Sultan Maulana Hasanudin, unjuk rasa dimulai sejak pukul 15.30.

Kemudian Kepolisian dari Polda Banten dan Polres Kota Serang melakukan pengamanan massa aksi unjuk rasa. Namun karena batas waktu izin untuk melakukan aksi unjuk rasa telah habis pada pukul 18.00 WIB, namun massa unjuk rasa tidak membubarkan diri.

Sekitar pukul 18.30 WIB, kepolisian meminta kepada terdakwa dan massa aksi unjuk rasa untuk membubarkan diri, dengan damai dengan cara memberikan imbauan sampai tiga kali. Namun massa menolak, dan justru melempari batu ke arah petugas kepolisian.

Terdakwa yang ikut dalam kerumunan massa aksi unjuk rasa ikut melawan petugas kepolisian dengan memegang trafikun atau kerucut lalu lintas, seolah akan dilemparkan kepada petugas dan langsung diamankan ke Mapolda Banten. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp