DaerahHukum & KriminalKota Serang
Trending

Terlibat Kasus Penipuan, ASN Kota Serang Diburu Kejaksaan

SERANG, BANTEN RAYA- Aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Kasemen, Kota Serang Aji Kuntoro, terdakwa kasus penipuan jual beli tanah diburu Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang. Sebab, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang selama dua bulan.

Akibatnya, tim Kejari Serang menjemput terdakwa di rumahnya yang beralamat di Lingkungan Cipocok Mencil, RT 02, RW 01, Kelurahan Cipocokjaya, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (23/6/2021). Namun, terdakwa tidak berada di lokasi.

“Yang bersangkutan tidak ada, kita hanya bertemu dengan anggota keluarganya,” ujar Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Serang Mali Diaan kepada bantenraya.com.

Mali menambahkan, dari keterangan keluarganya mantan Lurah Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu sedang berada di luar kota. Pihaknya telah meminta Aji segera menyerahkan diri ke Kejaksaan. “Ngakunya sedang berada di Jakarta. Kita minta untuk datang ke kantor,” tambahnya.

Mali mengungkapkan, Aji telah diminta untuk memenuhi panggilan persidangan di PN Serang. Namun, tidak digubris dan selalu beralasan. Bahkan bagian hukum Pemkot Serang dan Kecamatan Kasemen telah meminta Aji untuk datang ke persidangan.

“Karena tidak ada itikad, dan sudah ada penetapan Pengadilan Negeri (PN) penahanannya sudah ada (dilakukan penjemputan ke rumahnya),” ungkapnya.

Mali menjelaskan jika Aji merupakan terdakwa kasus penipuan yang terjadi pada Maret hingga April 2020 lalu, di kediamannya dan kantor Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Aji menawarkan kerjasama pembebasan lahan di daerah Bendung kepada korban Ahmad Syarif Madzurullah dan Muslim.

“Aji saat itu menjabat sebagai Lurah Bendung menjanjikan keuntungan Rp1.000 per meternya kepada kedua korban dengan luas lahan 10 hektare,” jelasnya.

Mali menambahkan, untuk meyakinkan kedua korban, Aji menunjukkan surat-surat tanah. Kedua korban memberikan sejumlah uang. Ahmad Syarif memberikan total uang sebesar Rp31 juta dan Muslim Rp15 juta. “Mereka (korban) tau kalau jadi korban penipuan, setelah ada info tidak ada pembebasan lahan di daerah Bendung,” tambahnya.

Saksikan Kegiatan Reses Anggota DPRD Provinsi Banten di Banten Raya Channel

Mali menegaskan kasus itu berujung ke ranah hukum, lantaran Aji tidak mengembalikan uang yang telah disetorkan. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Mapolres Serang Kota, dengan laporan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan pasal pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

“Kami akan kejar, agar yang bersangkutan bisa datang ke pengadilan,” tegasnya. (darjat/rahmat)

Related Articles

Back to top button