Kota Serang
Trending

Ternyata ada Pantai Pasir Putih Kota Serang: Letaknya Tersembunyi, Pemandangannya Menawan

SERANG, BANTEN RAYA – Mungkin tidak banyak orang yang tahu bila Kota Serang memiliki pantai pasir putih. Terletak di belakang Vihara Avalokitesvara, Pantai Pasir Putih Kota Serang memang tersembunyi seperti perawan yang menawan dan bikin penasaran.

Berdasarkan informasi dari warga, Pantai Pasir Putih Kota Serang berada di belakang Vihara Avalokitesvara yang letaknya ada di Kawasan Kesultanan Banten. Jarak dari vihara ke pantai kurang lebih satu kilometer. Bila cuaca sedang panas, pengunjung bisa mengendarai sepeda motor untuk sampai ke lokasi. Namun bila sedang musim hujan, terpaksa harus berjalan kaki. Para pemancing biasanya kenal dengan baik kawasan ini.

Sebelum ke lokasi pengunjung harus melintasi jalan setapak dari belakang Vihara Avalokitesvara. Dari vihara pengunjung akan bertemu makam Tubagus Buang yang gerbangnya sudah dapat terlihat dari belakang vihara.

Dari makam ini pengunjung mengambil arah ke kiri di mana pepohonan kaktus tumbuh subur di pinggir jalan. Setelah melintasi kaktus pengunjung akan melihat deretan empang ikan bandeng yang sangat luas dari area pemakaman sampai ke bibir pantai.

Lokasi Pantai Pasir Putih Kota Serang tepat berada di ujung empang ikan bandeng itu. Saat mengunjungi pantai itu, ombak besar menggoyang-goyangkan sebuah perahu nelayan yang tertambat di bibir pantai. Angin bertiup kencang membuat terpal yang ada di gubuk di pinggir pantai berkibar-kibar.

Dua pengunjung lelaki dan perempuan bersama dengan satu anak lelaki mereka tampak menikmati keindahan Pantai Pasir Putih Kota Serang. Mereka berjalan kaki merasakan kelembutan pasir putih di sela-sela jari jemari kaki mereka yang telanjang tak mengenakan alas kaki.

Riko nama pengunjung itu. Ia mengaku berasal dari Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ia sengaja datang dari Tangerang ke Pantai Pasir Putih Kota Serang untuk menikmati suasana pantai yang sepi penunjung itu karena belum banyak orang yang tahu.

Riko mengaku awalnya ia tahu ada pantai pasir putih karena sering mengantarkan bosnya ke vihara. Di sela-sela menunggu bos itu ia kerap diberi tahu oleh penduduk sekitar ada pantai pasir putih yang tidak begitu luas di belakang vihara yang bisa digunakan sebagai tempat menunggu dan bersantai. Ketika libur kemarin ia akhirnya memutuskan membawa keluarganya ke sana.

“Kenapa milih ke sini karena ini kan enggak banyak yang tahu jadi sengaja pengen menikmati pantai yang sepi dan enggak banyak orang,” kata Riko, Jumat (19/2).

Riko mengatakan, pasir yang ada di pantai pasir putih ini menurutnya lebih indah dan lebih halus dibandingkan dengan pasir di beberapa pantai yang pernah ia kunjungi. Karena itu nyaman duduk-duduk sambil santai di atas pasir putih sambil melihat-lihat pemandangan empang ikan bandeng atau melihat nelayan yang sedang melaut.

Hanya saja ia miris lantaran sampah banyak bertebaran di sekitar pantai. Padahal waktu pertama kali ia datang sekitar tahun 2000-an pasir putihnya masih sangat bersih dan tidak ada sampah. Selain itu, seperti tidak ada penataan oleh pemerintah daerah sehingga fasilitas yang ada pun sangat minim. Hanya ada kamar ganti yang terbuat dari bilah-bilah kayu.

“Kalau ada perhatian dari pemerintah ini sebenernya bisa jadi satu destinasi yang menarik. Karena itu pemda harus menata tempat ini,” katanya.

Salah satu penataan yang harus dilakukan adalah menahan laju abrasi yang semakin hari membuat daratan menghilang dan melenyapkan pasir putih. Bila tidak segera dilakukan, mungkin kita tidak akan pernah lagi melihat pasir putih yang berkilauan bak mutiara ketika tertimpa sinar mentari pagi di pantai ini. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp