DaerahKota SerangLebak
Trending

Tol Serang-Panimbang Terancam Gagal Dibuka Sebelum Lebaran, Ini Penyebabnya

SERANG, BANTEN RAYA- Rencana difungsionalkannya Tol Serang-Panimbang (Serpan) Seksi 1 dari Serang hingga Rangkasbitung sebelum Lebaran 2021 masehi terancam batal. Sebab, terdapat pengerjaan jembatan penyeberangan atau overpass di jalur tersebut yang belum rampung.

Seperti diketahui, pengerjaan Tol Serpan dibagi dalam tiga seksi sepanjang 83,67 kilometer. Seksi 1 yaitu Serang hingga Rangkasbitung sekitar 26,5 kilometer. Seksi 2 dari Rangkasbitung hingga Cileles sepanjang 24,1 kilometer, dan seksi 3 dari Cileles hingga Panimbang sepanjang 33 kilometer.

Tol dilengkapi dengan tujuh interkoneksi simpang susun. Ketujuh akses itu terdiri atas simpang susun Petir, Cikeusal, Rangkasbitung, Cikulur, Bojong, Cileles dan Pagelaran. Tol dibangun melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Serang-Cileles sepanjang 50,67 kilometer dikerjakan oleh badan usaha dan Cileles-Panimbang sepanjang 33 kilometer dikerjakan oleh pemerintah.

Kepala Seksi Perservasi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten Okto Ferry Silitong mengatakan, pada rencana awalnya Tol Serpan Seksi 1 memang diharapkan sudah bisa difungsionalkan sebelum Lebaran tahun ini. Meski demikian, pembukaan jalur tanpa dipungut biaya bagi pengendara yang melintas itu terancam tak bisa terlaksana.

“Untuk seksi 1 kemungkinan ada sedikit masalah, ibaratnya di Lebaran coba kita optimalkan. Memang rencananya sudah bisa difungsionalkan, untuk istilahnya dibuka sementara, jadi belum berbayar, masih free sebelum Lebaran,” ujarnya, kemarin.

Ia menuturkan, potensi Tol Serpan Seksi 1 belum bisa dibuka lantaran adanya pengerjaan fisik yang belum rampung. Selain itu, untuk bisa dibuka ruas tol juga harus terlebih dahulu dilakukan uji laik fungsi.

“Tetapi melihat kondisinya mungkin ada sedikit (kendala). Ibaratnya untuk jembatan penyeberangan, overpass-nya belum selesai. Belum dilakukan uji fungsi, kita harus lakukan uji laik fungsi baru di open traffic,” katanya. 

Okto mengaku, belum bisa memberikan kepastian terkait kemungkinan bisa atau tidaknya Tol Serpan Seksi I difungsionalkan sebelum Lebaran. Pihaknya masih akan melihat perkembangan yang ada.

“Ini masih kita lihat dulu kondisinya. Saya juga enggak bisa menyatakan bisa (difungisonalkan) sebelum Lebaran ternyata masih ada trouble (masalah) yang harus diselesaikan,” ungkapnya. 

Ia menegaskan, akan tetap mengupayakan agar ruas tol itu tetap bisa dibuka terbatas, hanya untuk keperluan jalur Lebaran. “Kalau memang dibutuhkan hanya untuk sebatas jalur Lebaran saja sementara bisa dibuka sih,” tuturnya.

Lebih lanjut dipaparkan Okto, semetara itu untuk Seksi II dan III saat ini masih dalam proses pengerjaan dan progresnya masih minim. Kontrak pengerjaan baru terjalin pada November 2020.

“Kalau dari Rangkas sampai (Panimbang), masih tahap pekerjaan. Seksi II dan III masih on going. Progresnya masih kecil, masih awal kontrak per November kemarin,” ujarnya. 

Sementara itu, adapun ruas tol baru yang sudah bisa dibuka adalah Tol Serpong-Cinere-Pamulang, dan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran. “Kalau yang untuk Lebaran itu Cinere-Serpong sampai Bandara (Soekarno Hatta) itu yang sudah (rampung dan dibuka). Cinere sampai Jagorawi belum tapi sudah fungsional,” katanya.

Sementara itu, Manajer Bidang Human Capital dan Umum PT Wika Serang-Panimbang sebagai pelaksana pembangunan Bambang Yogaswara belum bisa dimintai keterangannya. Pun demikian dengan Direktur Utama PT Wika Serang Panimbang Mulyana. Keduanya tak merespon upaya konfirmasi yang dilayangkan Banten Raya via sambungan seluler maupun pesan singkat. (dewa/rahmat) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp