DaerahKota Serang

Tong Minyak Jadi Wastafel, Kain Bekas Jadi Asbak

Mengunjungi TPS 3 R Bio Konversi BSF Indonesia Kota Serang 2-2 (habis)

Siapa bilang tempat pembuangan sampah atau TPS identik dengan kotor dan jorok? Di TPS 3 R Bio Konversi BSF Indonesia Kota Serang kita tidak akan bisa menemukan suasana kotor dan bau. Di tempat pengolahan sampah ini, bahkan menjadi pusat kerajinan dan seni.

M TOHIR – Kota Serang

Adalah Dudi Apriliadi sebagai penggerak dari perubahan image sampah dari bau dan kotor menjadi tempat yang bersih, nyaman, bahkan menjadi pusat kerajinan dan seni. Dengan menggandeng komunitas seniman, praktisi, aktivis, dan pecinta lingkungan Ketua Komunitas Penggiat Pecinta Lingkungan (Pepeling) ini juga mengubah suasana TPS 3 R menjadi tempat yang nyaman dan indah bagi siapa saja yang berkunjung.

Di setiap tembok TPS 3 R terdapat aneka lukisan yang tidak hanya indah melainkan juga mengandung pesan moral mengenai sampah bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat Kota Serang. Salah satu lukisan misalkan berupa gambar seorang perempuan yang matanya tertutup kain lalu ada pesan di sampingnya: jangan tutup mata tentang sampah.

Atau lukisan lain berupa lukisan anak-anak yang riang gembira tetapi di dekat mereka ada tumpukan sampah. Di atas anak-anak yang riang gembira itu ada pesan: sampah bukan warisan anak cucu kita.

Bahkan di bagian depan TPS 3 R ini ada sebuah taman yang nyaman dan indah serta cocok dijadikan sebagai tempat ngobrol sambil ngopi. Ketika sudah duduk di taman ini, tidak akan ada kesan bahwa kita sedang berada di tempat pengolahan sampah.

Dudi mengatakan, ia ingin mengubah kesan bahwa tempat pengolahan sampah identik dengan jorok, bau, dan tidak nyaman. Di tempat ini, orang dewasa maupun anak-anak akan betah serta akan mendapat kesan yang positif pada TPS 3 R. Apalagi ia mulai menanami sejumlah tanaman hias dan bunga di dekat TPS 3 R sehingga ke depan tempat ini akan lebih indah dan nyaman lagi.

TPS 3 R Bio Konversi BSF Indonesia Kota Serang selain menjadi tempat pengolahan sampah organik juga pusat workshop kerajinan berbahan dasar sampah non organik. Di tempat ini pengunjung bisa menikmati aneka kerajinan yang terbuat dari barang bekas. Barang-barang bekas itu disulap menjadi aneka kerajinan yang bisa digunakan kembali, baik sebagai hiasan maupun peralatan yang dapat berfungsi dengan baik.

Sejumlah barang bekas yang disulap jadi barang baru itu misalkan ban bekas yang dibuat menjadi speaker, kaleng cat disulap menjadi kursi, tong minyak disulap menjadi kursi dan bangku, tong minyak diubah menjadi wastafel, kain bekas menjadi asbak, kaleng minuman menjadi miniatur vespa, dan lain-lain. 

Aneka kerajinan ini biasanya digunakan oleh Dudi sebagai hadiah untuk pengunjung yang datang. Namun apabila ada yang tertarik dan beli ia pun akan melepasnya dengan harga bersahabat. (*)

 

 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp
%d blogger menyukai ini: