DaerahEkonomi & BisnisKota Serang
Trending

Waduh! Ibu Kota Banten Punya 20 Pemukiman Kumuh Baru

SERANG, BANTEN RAYA – Kawasan permukiman kumuh di Kota Serang terus bertambah. Jika sebelumnya ibu kota Provinsi Banten itu memiliki 55 kini justru bertambah menjadi 75 lokasi. Sebagiannya berada di Kecamatan Kasemen.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, penatapan pemukiman kumuh itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Serang Nomor 663/Kep.293-Huk/2020 tentang Perubahan Kedua atas Lampiran I dan II SK Walikota Serang Nomor 663/KEP.32-HUK/2020 tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Baru di Kota Serang.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, berdasarkan SK sebelumnya pemukiman kumuh terdapat di 55 lokasi di enam kecamatan, dengan luas total sebesar 165,95 hektare. Kemudian setelah diperbaharui di tahun 2021 jumlah meningkat menjadi 75 lokasi di enam kecamatan, dengan luas total sebesar 215,04 hektare.

“Data ini berdasarkan hasil kajian Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama dengan pemerintah pusat, sehingga hasilnya ini bisa kita ketahui,” ujarnya, kemarin.

Ia menyebutkan, pemukiman kumuh paling banyak berada di Kecamatan Kasemen, yang kemudian disusul oleh Kecamatan Walantaka. Sementara yang paling sedikit berada di Kecamatan Taktakan.

“Memang yang paling banyak itu di Kecamatan Kasemen dan Walantaka. Tingkat kekumuhannya ini masih dalam klasifikasi ringan,” ucap dia.

Iwan menjelaskan, bertambahnya kawasan kumuh ini sejalan dengan adanya penambahan kriteria. Sehingga dengan penambahan kategori baru, maka kawasan yang tidak memenuhinya akan masuk dalam kawasan kumuh tersebut.

“Salah satunya ada penambahan kriteria yaitu jamban, jadi beberapa pemukiman yang tidak masuk akhirnya masih, makanya jumlahnya bertambah,” paparnya.

Untuk mengentaskan persoalan itu, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin memperbaiki pemukiman kumuh tersebut. Namun dibutuhkan waktu dan anggaran yang cukup agar segala program dapat terlaksana dengan baik.

“Tiap tahun kita juga ada program, bahkan bisa menekan luas permukiman kumuh, tapi memang ini harus bertahap,” ungkap Iwan.

Iwan pun mengaku ingin berkomunikasi dengan Bappeda dan pemerintah pusat agar dibuatkan master plan kawasan kumuh. Hal tersebut diyakini dapat menata program penataan dengan baik. Sehingga Kota Serang menjadi ibukota Provinsi Banten yang bersih dari kawasan kumuh.

“Jadi master plannya dulu dibuat, berapa sih kawasan kumuh di Kota Serang. Setelah tu baru penanganannya pertahun, dan ditargetkan setiap tahun berkurang luasannya,” pungkasnya. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp