Kota Serang
Trending

Wahyu Nurjamil Nyalon Ketua Umum Kesti TTKKDH

SERANG, BANTEN RAYA – Tokoh Muda Kebudayaan Seni Tari (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) Provinsi Banten Wahyu Nurjamil mencalonkan diri menjadi Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH dalam perhelatan Musyawarah Besar (Mubes) V TTKKDH yang akan digelar, Sabtu (20/2/2021).

Mubes ini digelar untuk mengisi kekosongan Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH masa periode 2020-2025, menyusul ketum sebelumnya Maman Rizal meninggal dunia.

Wahyu Nurjamil mengungkapkan dirinya telah mendapatkan dukungan lebih dari persyaratan yang ditentukan yakni enam pengurus dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan enam pengurus dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) kabupaten kota se Indonesia.

“Lampung sudah 100 persen, DKI Jakarta 100 persen, Banten 80 persen. Tapi kan kadang-kadang di detik-detik akhir masih ada perubahan. Ya saya serahkan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan yang sudah menyerahkan surat dukungan untuk saya tidak berubah,” ujar Wahyu, kepada Banten Raya, Kamis (18/2/2021).

Penyerahan berkas pendaftaran calon Ketum pada, Jumat (19/2) atau hari ini. Namun ia mengaku telah menyerahkan berkas dukungannya kepada panitia Mubes V TTKKDH beberapa waktu yang lalu.

“Saya sudah menyerahkan semuanya termasuk visi-misi saya ke panitia,” ucap dia.

Wahyu menjelaskan, alasan mencalonkan menjadi ketum, karena ingin memajukan dan membesarkan organisasi Kesti TTKKDH, tidak hanya sebagai organisasi persilatan akan tetapi lembaga ekonomi.

“Ke depan Kesti TTKKDH membutuhkan lembaga ekonomi berdasarkan potensi tiap daerah, dan ini perlu terobosan baru, jelasnya.

Ia mencontohkan salah satu cabang Kesti TTKKDH Pontang dapat memberdayakan anggotanya dengan mengelola sampah. Dengan demikian secara perlahan dapat meningkatkan perekonomian.

“Cabang Pontang mereka akan mengelola sampah, nanti sampah itu akan dijual di salah satu pabrik, maka uangnya itu nanti bisa digunakan untuk menghidupi organisasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya juga akan fokus mengembangkan pelatihan dan pencetakan atlet. Pelatihan ke depan bisa dilakukan di tiap sekolah dan pondok pesantren, sementara pihaknya bisa mencetak atlet yang nantinya bisa mengharumkan daerahnya sendiri.

“Selama ini setiap padepokan mempunyai pelatih, tapi nanti tidak hanya melatih di padepokannya sendiri. Jadi selain mensyiarkan dakwah tapi juga punya kegiatan yang dapat dihargai, terangnya.

Dengan demikian, apabila tiga poin fokus tersebut dapat terlaksanakan, maka organisasi Kesti TTKKDH dapat berkembang seiring perkembangan zaman.

“Makanya harus solid dan bisa membuktikan, organisasi yang kental dengan nuansa kultural, tapi juga harus termodernisasi kegaitannya. Jadi tidak fokus pada seni budaya saja, tapi bisa berbagai aspek,” tandas dia.

Ketua Pelaksana Mubes V Kesti TTKKDH, Mahyudi mengatakan pihaknya telah mempersiapkan teknis pelaksanaan Mubes V hingga mencapai 90 persen dan tinggal proses pelaksanaan.

Mubes ini akan dihadiri sedikitnya enam pengurus wilayah yaitu, Kepri, DKI Jakarta, Lampung, Jawa Barat, dan Banten, kata Mahyudi, dihubungi via ponselnya, kemarin.
Ia berharap, dalam Mubes V ini dapat menghasilkan ketetapan yang memiliki orientasi yang lebih baik, dan mampu melahirkan kepemimpinan yang lebih maju dan bermartabat.

Mubes ini dilaksanakan sekelas nasional, sama seperti Mukhtamar dan yang lainnya. Namun karena kondisi yang masih Pandemi Covid-19, maka persertanya dibatasi, jelasnya. (harir/hendra)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp