DaerahKota SerangPendidikan
Trending

Walikota Serang Isyaratkan Segera Kembali Terapkan Belajar Tatap Muka

SERANG, BANTEN RAYA – Walikota Serang Syafrudin mengisyaratkan akan memberlakukan pelaksanaan belajar tatap muka pada Juli mendatang. Meski demikian keputusan pelaksanaan belajar tatap muka tetap akan melihat perkembangan yang terjadi nantinya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Wasis Dewanto mengungkapkan bahwa dalam sambutan di hadapan kepala sekolah di Kota Serang yang dilakukan pada Rabu (31/3/2021) kemarin, Walikota Serang Syafrudin mengisyaratkan akan diberlakukannya belajar tetap muka sesuai dengan yang ditargetkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Meski demikian, ada sejumlah tahapan dan prosedur yang harus tetap dilalui sebelum keputusan belajar tetap muka dikeluarkan oleh Walikota. “Tadi Pak Wali menyampaikan seperti itu,” ujarnya, kemarin.

Wasis mengatakan, Kota Serang misalnya akan menunggu terlebih dahulu bagaimana sikap dari Pemprov Banten terhadap pelaksanaan kegiatan belajar tetap muka di sekolah. Jangan sampai seperti pada rencana pelaksanaan belajar tetap muka di 2020 yang lalu. 

Ketika pelaksanaan sudah dua hari secara tiba-tiba Pemprov Banten mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang dan dinas pendidikan kabupaten/ kota lain menginstruksikan agar pelaksanaan belajar tatap muka dihentikan. “Jangan sampai kayak waktu itu,” katanya.

Sampai saat ini, menurut Wasis, sudah ada 74 persen dari jumlah sekolah di Kota Serang yang dinyatakan siap melaksanakan belajar tatap muka. Kesiapan sekolah ini dibuktikan dengan daftar yang diisi oleh sekolah sebagaimana disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Itu merujuk pada kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Sisanya 26 persen sekolah dinilai belum siap meskipun sebenarnya sedang dinilai,” katanya.

Wasis menyebutkan, ada 253 SD dan 79 SMP yang telah mengisi daftar periksa terkait kesiapan sekolah mengadakan KBM tahun ajaran 2021-2022. Tetapi yang dianggap memenuhi tingkat kesiapannya baru 74 persen. Sementara 26 persen lagi yang rata-rata SMP belum siap. “Ini PR kami,” ujar Wasis.

Bila pembelajaran tatap muka dilaksanakan maka pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan tuntutan yang disampaikan oleh Kemendukbud. Misalkan hanya memberlakukan 50 persen dari total siswa yang ada. Sementara jam pelajaran juga bisa diperpendek tidak seperti pada jam belajar pada saat normal.

“Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga keselamatan para siswa dan guru,” katanya.

Sementara itu Walikota Serang Syafrudin mengatakan, belajar tetap muka perlu dilakukan karena sudah satu tahun para siswa melaksanakan belajar secara daring atau online. Ada efek yang tidak diharapkan dari belajar daring yaitu siswa yang tidak maksimal dalam menyerap pembelajaran dari sekolah. (tohir) 

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp