DaerahKota Serang
Trending

Warga Terondol Keluhkan Bau dari Kali Irigasi

SERANG, BANTEN RAYA – Sejumlah warga mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari aliran irigasi di Jalan Warung Jaud, tepatnya di Kelurahan Terondol, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, dalam beberapa waktu terakhir ini.

Pantauan bantenraya.com, warna air di aliran irigasi berwarna hitam. Sehingga kondisi itu mengakibatkan tercium bau menyengat.

Salah seorang warga Lebak Indah, Kelurahan Terondol, Rohman mengatakan, tiap kali dirinya melintas di jalan tersebut bau tak sedap kerap menyengat dari kali irigasi.

“Baunya cukup menyengat kalau pagi sampai menjelang siang,” kata Rohman.

Namun ia mengaku tak tahu persis penyebab bau menyengat dari aliran kali irigasi.

“Enggak tau itu penyebabnya dari apa. Cuman itu terjadi udah lama, dan kalau dibiarkan gak baik buat kesehatan,” ungkap dia.

Serupa dikatakan warga lainnya, Arif. Ia mengaku khawatir bau menyengat itu dapat berdampak negatif untuk kesehatan lingkungan masyarakat.

“Yang saya takutkan itu bau itu kan kecium ya. Saya takutnya itu polusi udara karena dihirup oleh warga,” kata Arif.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan menemukan penyebab bau menyengat dan air berwarna hitam itu.

“Dinas terkait harus cepatnya mencari tahu. Karena kejadiannya udah lama. Apalagi ini ada di pinggir jalan raya,” jelas dia.

Menanggapi hal ini, Camat Serang Farach Richi mengatakan bahwa aliran kali irigasi di Jalan Warung Jaud berwarna hitam, lantaran sudah memasuki musim kemarau, sehingga airnya menjadi keruh kehitam-hitaman.

“Kalau musim kemarau emang warnanya hitam. Tapi kalau hujan air itu berubah tidak hitam, karena limbahnya ke bawa arus air,” ungkap Farach, dihubungi via ponselnya, Jumat (4/6/2021).

Ia memastikan bahwa bau menyengat dari kali irigasi bukan dari limbah pabrik.

“Saya pastikan bukan limbah pabrik, tapi limbah rumah tangga. Nanti juga enggak hitam kalau ada hujan mah. Karena emang irigasi kan tadah hujan,” katanya.

Namun demikian, sambung Farach, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganannya.

“Supaya nanti ada pengerukan limbahnya,” tandas dia. (harir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp