KesehatanKota Tangerang
Trending

DPRD Kota Tangerang Salurkan Ratusan Kantong Jenazah ke RSUD Kota Tangerang

TANGERANG, BANTEN RAYA – Meningkatnya jumlah angka kematian di Kota Tangerang menyebabkan sejumlah kebutuhan pemulasaraan pasien turut meningkat dan terjadi kelangkaan. Guna memenuhi kebutuhan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang menyalurkan ratusan kantong jenazah.

Setidaknya sekitar 300 paket kantong jenazah dikirim DPRD Kota Tangerang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, Senin (19/7/2021). Bantuan tersebut berasal dari Satgasda Lawan Covid-19 DPRD Kota Tangerang.

“Ini merupakan hasil kerja sama Satgasda Covid-19 dengan DPRD Kota Tangerang. Semoga bantuan ini bermanfaat,” kata Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo saat dikonfirmasi Banten Raya, Rabu (21/7/2021).

Kata Gatot, penyaluran bantuan bermula ketika kasus kematian akibat Covid-19 meningkat. Kemudian menyebabkan, kantong jenazah semakin sulit didapat.

Akhirnya DPRD bersama Satgas Lawan Covid-19 berinisiatif untuk menyalurkan kantong jenazah. “Karena angka kematian cukup tinggi. Kemarin saja mencapai 30 per hari,” ungkap Gatot.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menjelaskan, bila bantuan kantong jenazah tidak putus sampai di RSUD Kota Tangerang saja. Sebab pihaknya siap menyalurkan ke rumah sakit lain yang membutuhkan.

“Kegiatan penyerahan bantuan seperti ini tidak hanya sekali atau dua kali kami lakukan. Sebelumnya kami juga pernah menyalurkan obat herbavit dan Alat Pelindung Diri (APD),” jelas Turidi.

Sedangkan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang, Dini Anggraini mengatakan, bantuan itu sangat bermanfaat dan memberi semangat bagi para tenaga kesehatan. Artinya, Tenaga Kesehatan tidak bekerja sendiri. “Ini memantik motivasi kami. Semoga pandemi ini cepat berlalu,” tutur Dini.

Kata dia, saat ini kondisi RSUD Kota Tangerang dalam keadaan penuh. Lebih dari 200 pasien Covid-19 dirawat. “Kondisi Pasien Covid-19 penuh. Ada lebih dari 200 pasien. Sedangkan untuk tingkat kematian, saat ini dikisaran 10 – 14 angka kematian,” jelas Dini. (*/gillang)

Related Articles

Back to top button