DaerahLebak
Trending

40 KK Warga Baduy Masuk Islam, Kini Tinggal di Kampung Baduy Mualaf Bojong Menteng

LEBAK, BANTEN RAYA – 40 kepala keluarga (KK) warga Baduy yang selama ini menetap di Kampung Landeuh, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak telah menjadi mualaf.

Kini mereka tinggal di kampung binaan Yayasan At Taubah layaknya di pemukiman Baduy. Di sana seluruh rumah yang mereka tempati khas Baduy dengan jenis panggung yang terbuat dari bambu dan kayu.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, semenjak menyatakan menjadi muslim, serta hidup di lingkungan masyarakat pada umumnya, maka anak-anak warga Baduy mualaf kini banyak yang mengenyam pendidikan formal. Baik di sekolah dasar maupun SMP di Kecamatan Leuwidamar. 

Tidak hanya itu saja, pekerjaan para mualaf iti pun makin beragam atau tidak hanya betani saja. Mereka banyak pula yang memiliki pekerjaan sebagai kuli bangunan maupun kerja serabutan lainnya di wilayah Leuwidamar bahkan ke Ibu Kota Jakarta.

Ina, salah seorang warga Baduy yang sebelumnya berdomisili di Desa Kanekes menyatakan baru dua tahun tinggal di Kampung Landeuh. Setelah hidup di kampung tersebut, banyak yang dilakukannya bersama suami seperti ikut belajar pengajian, dan ibadah sesuai yang diajarkan syariat Islam.

“Kampung ini disebutnya Kampung Baduy Mualaf. Di kampung ini saya dan keluarga rutin mengikuti pengajian maupun ibadah di Masjid. Anak-anak juga sekolah karena banyak anak-anak warga mualaf bersekolah,”ujar Ina, kemarin.

Endi, warga Baduy mualaf lainnya menyatakan, sebelumnya ia dan keluarga tinggal di Kampung Cangkueum, Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar. Setelah berdomisili di Kampung Landeuh, serta berinteraksi dengan mualaf lainnya, maka kehidupan Endi seperti masyarakat muslim lainnya. Bahkan setelah menetap bersama istrinya di Kampung Landeuh, dirinya memiliki cita-cita untuk menyekolahkan anaknya di pendidikan formal.

“Dulu waktu masih di Baduy, saya tidak sekolah. Sekarang setelah berada di Kampung Landeuh, saya ingin menyekolahkan anaknya, agar kelak, tidak seperti ayahnya (dirinya-red),”ungkap Endi.

Terpisah, Ketua Hafidz on The Street Kabupaten Lebak Eka Yoga Swara, Kampung Landeuh yang dibina oleh Yayasan At Taubah merupakan kampung mualaf yang telah mandiri.

“Selain di Kampung Landeuh, ada pula warga Baduy mualaf di beberapa kampung seperti di Cikapek maupun di Cicakar Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar,” ujar Eka. (hudaya/muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp