KesehatanLebak

70 Persen Kebutuhan Darah di Lebak Didatangkan dari Luar Lebak

LEBAK, BANTEN RAYA – Kebutuhan darah dari pendonor untuk para pasien rumah sakit di Lebak melalui unit transfusi darah (UTD) pada Palang Merah Indonesia (PMI) Lebak sebanyak 1.200 kantung darah per bulan. Agar jumlah kebutuhan darah tersebut terpenuhi, maka sebanyak 70 persen kantung darahnya didapat dari pendonor asal luar Kabupaten Lebak.

Kepala UTD PMI Lebak Firman Rahmatullah mengatakan, kesadaran masyarakat Lebak untuk mendonorkan darahnya masih sangat rendah. Untuk itu, agar kebutuhan darah terpenuhi, maka pihaknya sering bermitra dengan lembaga swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau lembaga lain di luar Lebak agar menggelar donor darah.

“Bayangkan saja, bila kebutuhannya sebanyak 1.200 kantung darah, dari mana kita memenuhinya, bila kita tidak bermitra dengan berbagai pihak di luar Lebak,” ujar Firman, kemarin.

Ditambahkannya, sejak beberapa tahun belakangan ini, pihaknya rutin melakukan sosialisasi yang tujuannya untuk mengimbau masyarakat agar peduli untuk mendonorkan darahnya. Namun, hal tersbut kurang menggembirakan, karena hingga saat ini tetap saja kesadaran masyarakat Lebak untuk mendonor masih minim.
“Terkecuali ada warga yang familinya dirawat dan membutuhkan darah, baru warga tersebut sibuk untuk mendonorkan darahnya,” ungkap Firman.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Triatno Supiono mengatakan, mendonorkan darah adalah hal yang positif bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, salah bila tingkat kesadaran masyarakat untuk mendonor masih rendah.

“Informasi yang saya dapatkan, bahwa kebutuhan darah untuk pasien di seluruh rumah sakit di Lebak, mencapai 1.200 kantung per bulan. Sedangkan warga Lebak yang mendonor, jumlahnya masih minim. Oleh karena itu UTD PMI Lebak harus rutin bermitra dengan lembaga di luar Lebak,” kata Supiono. (hudaya)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp