DaerahEkonomi & BisnisLebak
Trending

BI Banten Kembangkan Kain Tenun Produk Ponpes di Lebak

LEBAK, BANTEN RAYA – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten resmi menutup pelatihan tenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Pondok Pesantren Al-Washliyah, di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Selasa (20/4/2021).

Pelatihan yang digelar selama 26 hari sejak 22 Maret itu dilakukan sebagai upaya mendorong pengembangan kerajinan kain tenun khas Lebak, khusus di pondok pesantren (ponpes) agar lebih mandiri.

Kepala KPw BI Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, pandemi mengajarkan tiga hal yaitu harus kuat bertahan, harus optimis bahwa pandemi akan berakhir sehingga perlu mencari inovasi dan kreatif, dan menghadapi peradaban baru dengan kehadiran revolusi digital. Guna bertahan dan membangkitkan optimisme itulah KPw BI Banten hadir memperkuat UMKM melalui pelatihan tenun, sekaligus kemandirian pesantren. 

“Mengingat pelatihan ini dilakukan bersama santri pesantren yg mempunyai visi yang sama dan berkeinginan kuat untuk maju. Jadi pesantren tidak hanya pandai mengaji tapi juga punya kelebihan yaitu mampu dalam berusaha, harus mewujudkan Ngaji fiqih, ngaji sugih,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejalan dengan upaya mendorong pengembangan UMKM di era digital, BI Banten melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas UMKM. Antara lain melaksanakan kurasi UMKM potensial. Melaksanakan kegiatan pelatihan on boarding bekerja sama dengan e-commerce, showcase secara online, business matching dengan calon buyer serta pelatihan pembentukan local economic development (LED), yang salah satunya dengan menginisiasi pengembangan tenun khas Lebak bertempat di Pesantren Al-Washliyah menggunakan ATBM. 

Lebih lanjut diungkapkannya, materi utama pelatihan tenun yang dimulai sejak tanggal 22 Maret hingga 20 April itu meliputi pelatihan mewarnai benang. Selanjutnha pelatihan menggunakan alat mehani, dan pelatihan menggunakan ATBM, hingga praktik membuat dan mengenal motif tenun baru khas Lebak.

“Pelatihan ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian pesantren, yang juga menjadi salah satu program kerja BI,” katanya.

Hasil dari pelatihan tenun tersebut, lanjut Erwin, akan memperkaya khazanah produk kerajinan tenun di Banten yang selama ini dikenal dengan produk tenun gedog baduy. Produk yang merupakan kain tenun heritage yang juga akan tetap dipertahankan dan dijaga kelestariannya sebagai salah satu warisan budaya Bangsa Indonesia.

Diharapkan, produk tenun khas Lebak yang dikembangkan dengan tehnik ATBM tersebut akan melengkapi produk tenun di Banten. Kemudian pada gilirannya akan mendorong peningkatan kesejahteraan perajin tenun maupun masyarakat Banten secara luas.

“Pelatihan tenun khas Lebak dilaksanakan KPw BI Banten bekerja sama dengan tim pelatih yang dipimpin oleh Wignyo Rahadi, desainer nasional dan staf ahli Dekranas (Dewam Kerajinan Nasional),” tuturnya.  

Baca juga

BI Banten Bantu Lembaga Pendidikan Formal

Sementara itu, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Endang Budi Karya mengatakan, kegiatan pelatihan tenun banten itu sejalan dengan upaya dan misi Dekranas yaitu menyiapkan regenerasi perajin yang unggul dan berdaya saing. Juga sejalan dengan program pelatihan kerajinan kriya yang dimiliki oleh Dekranas. “Dekranas juga mendukung kegiatan pelatihan ini dan berharap dapat menumbuh kembangkan wirausaha baru di daerah, termasuk Provinsi Banten,” ujarnya.

Endang berharap, agar santri terus belajar dan mengembangkan skill agar terasah dan memiliki semangat juang mengembangkan tenun di Kabupaten Lebak. Dengan telah dilaksanakan pelatihan tersebut diharapkan dapat terbentuk Kelompok Tenun Banten yang menjadi andalan LED Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten

“Penggunaan ATBM dan ilmu teknis baru dapat meningkatkan kualitas produk tenun Banten. Tenun ATBM dengan motif khas Lebak, Banten diharapkan dapat memperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas terkait seni kreatif kain di Provinsi Banten yang berkembang,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, juga dihadiri oleh Komandan Kodim 0603 Lebak, Letkol Infanteri Nur Wahyudi, Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana, Camat Lebak, Kepala Dinas Pariwisata Lebak.

Kemudian tak ketinggalan beberapa UMKM penggiat fashion yaitu Shagira Fashion, Batik Chanting Pradana dan Koleksi Moslem Fashion dari Pesantren Roudlatul Huda, yang turut menyemarakan acara dengan mendisplay produknya dan bisa menerima transaksi dengan QRIS. (*/dewa)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp