DaerahLebakWisata & Kuliner
Trending

Curug Rame Kabupaten Lebak, Spot Cantik yang Butuh Penataan

Bagian 2-2 (tamat)

LEBAK, BANTEN RAYA – Curug Rame yang berada di Kampung Beber, Desa Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, sampai saat ini masih belum maksimal ditata karena belum dikelola secara penuh oleh desa.

Pemerintahan desa sendiri mengaku masih kesulitan menata lantaran dana desa tidak bisa sepenuhnya mendanai penataan air terjun ini. Apalagi, saat ini ada Covid-19 di mana dana desa masih dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Kepala Desa Cihujan Bedah Marliah mengatakan, ia tidak tahu persis apa makna dari nama Curug Rame. Namun sepengetahuannya, berdasarkan keterangan dari sejumlah orang tua, nama Curug Rame berarti merupakan sebuah pengharapan akan air terjun itu.

Curug rame
Curug Rame berada di sekitar area persawahan

“Kata orang tua Curug Rame berarti suatu saat nanti akan rame (pengunjung-red),” kata Bedah.

Bedah mengaku, sampai saat ini Curug Rame memang belum dikelola secara penuh oleh desa. Sampai saat ini Desa Cihujan baru bisa membangun gubuk atau saung yang bisa digunakan untuk tempat pengunjung makan atau memasak di lokasi.

Bedah berharap, ke depan pemerintah daerah bisa turun tangan menata curuh ini sehingga penataannya bisa lebih maksimal. Sebab menurutnya diperlukan biaya yang memadai guna menata Curug Rame sampai benar-benar menjadi lokasi wisata yang tidak hanya indah namun juga tertata rapi dan nyaman bagi pengunjung.

Menurut Desi Rachmaldini, pendiri sekaligus Ketua Jalan Satapak Adventure, berdasarkan keterangan dari warga sekitar yang diturunkan secara turun-temurun keterangannya, bahwa Curug Rame berasal dari dua suku kata bahasa Sunda, yaitu curug dan rame. Curug berarti air terjun. Sementara rame berarti ramai.

Curug Rame
Suasana di Curug Ramai masih sangat asri.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat yang diceritakan secara turun-temurun dari para orang orang tua terdahulu, nama asli curug ini adalah Purug Rame yang bila diartikan menjadi sering ramai. Nah sejak air terjun tersebut dikenal oleh masyarakat sekitar nama Purug Rame berubah menjadi Curug Rame.

Di lokasi Curug Rame, banyak spot foto yang sangat menarik yang bisa dipilih oleh pengunjung. Karena belum dikelola secara profesional, maka siapa pun yang ingin masuk ke Curug Rame masih bebas masuk tanpa biaya. Kecuali jika kita ikut parkir di depan rumah warga maka kita harus memberikan uang parkir seikhlasnya kepada pemilik rumah.

Andai saja Curug Rame didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai, Curug Rame dapat menjadi salah satu pemantik peningkatan ekonomi masyarakat. Serta dapat menjadi sumber pendapatan bagi desa dan daerah. (tohir)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp