DaerahLebak
Trending

Gara-gara Covid, Lebak Punya 1.113 Janda Baru

LEBAK, BANTEN RAYA – Kasus percerian pasangan suami istri (pasturi) di Kabupaten Lebak sepanjang 2020 mengalami peningkatan dibanding 2019. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Lebak, sepanjang 2020 ada 1.113 pasturi yang bercerai. Jumlah ini naik dibanding 2019 sebanyak 1.072 perceraian.

Panitera pada Pengadilan Agama Rangkasbitung Mulyadi mengatakan, meningkatnya kasus perceraian dikarenakan beberapa faktor namun yang lebih dominan karena ekonomi.

“Banyak suami menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masa pandemi korona. Namun ada juga dikarenakan pertengkeran yang terus berkelanjutan serta turut campurnya pihak tangan pihak ketiga dalam rumah tangga seseorang,” jelasnya.

Ditambahkan Mulyadi, dari tiga penyebab terjadinya perceraian, yang paling dominan adalah dampak dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi korona yang terjadi sejak awal 2020.

BACA JUGA: 3.395 Pasangan di Serang Bercerai Sepanjang 2020, Mayoritas Perempuan yang Minta https://bantenraya.com/daerah/kota-serang/3-395-pasangan-di-serang-bercerai-sepanjang-2020-mayoritas-perempuan-yang-minta/

“Mudah-mudahan saja tahun ini kasus perceraian menurun. Untuk itu, bagi pasangan suami istri yang memiliki persoalan, sebaiknya bisa diselesaikan secara baik-baik serta tidak langsung mengambil keuputusan untuk berpisah,” harapnya.

Wakil Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak, KH Wawan Gunawan mengatakan, percerian itu merupakan hal yang dibenci Allah SWT sehingga pasngan suami istri harus mampu menghindari perceraian tersebut.

Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel

“Semua persoalan atau masalah pasti ada jalan keluarnya, sehingga hindari perceraian yang bisa mengakibatkan anak atau keturunan kuta menjadi korbannya,”kata KH Wawan. (hudaya/muhaemin)

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp