DaerahHukum & KriminalLebak
Trending

Kasasi Ditolak, Pembunuh Gadis Baduy Tetap Divonis Mati

SERANG, BANTEN RAYA- Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi dari Apung Muhammad Saepul, salah satu terdakwa kasus pembunuhan dan pemerkosa gadis Baduy berinisial S pada Agustus 2019 lalu. Terdakwa tetap dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim.

Humas Pengadilan Tinggi (PT) Banten Binsar M Gultom mengatakan, pembunuh gadis Baduy itu tetap menerima hukuman mati sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung.

“Sesuai putusan kasasi Nomor 2852 K/Pid.Sus/2020 tanggal 23 September 2020 yang diketuai oleh Burhan Dahlan, menolak permohonan kasasi dari terdakwa Apung,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Binsar mengungkapkan, adapun pertimbangan majelis kasasi, yaitu pada pokoknya bahwa putusan judex facti PT Banten yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung sudah tepat dan benar sesuai fakta persidangan.

“Berdasarkan fakta persidangan terungkap terdakwa Apung melakukan pembunuhan secara sadis, tidak berperikemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Apung divonis dengan pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) jo pasal 81 (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

“Surat pemberitahuan putusan kasasi ini dikirimkan MA tertanggal 15 Maret 2021 dan diterima oleh PN Rangkasbitung tanggal 1 April 2021 dengan tembusan kepada PT Banten,” tegasnya.

Binsar menjelaskan, hingga saat ini terdakwa belum melakukan upaya hukum lainnya, setelah putusan kasasi tersebut. Upaya hukum lainnya yaitu peninjauan kembali.

“Dari PN Rangkasbitung belum ada upaya hukum luar biasa dari terdakwa,” jelasnya.

Seperti diketahui, terdakwa kasus pembunuhan dan pemerkosaan gadis asal suku Baduy, Apung divonis mati oleh hakim PN Rangkasbitung pada Rabu 17 Maret 2020 dan melakukan banding.

Kemudian pada 22 April 2020 banding perkara ditolak oleh majelis hakim tinggi PT Banten yang diketuai oleh Hakim Ennid Hasanuddin, Iersyaf dan Binsar M Gultom.

Apung sendiri, merupakan pelaku utama bersama dua rekannya Furqon dan S (anak di bawah umur) tega memperkosa dan membunuh korbannya pada akhir Agustus 2019 lalu. (darjat)

Baca juga

Wanita Baduy Selalu Terlihat Cantik, Bersih dan Glowing, Ternyata Ini Rahasianya…

Related Articles

Back to top button
× Chat Via WhatsApp